Kebakaran Lahan Sleman Meningkat, Damkar Tangani 15 Kasus Sehari
Damkar Sleman mencatat lebih dari 100 kebakaran selama Agustus-Oktober 2026. Pembakaran sampah dan puntung rokok menjadi pemicu kebakaran lahan.
Terminal Giwangan, Jogja. Antara/Luqman Hakim
Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana mengalihkan lokasi parkir bus pariwisata dari Parkir Senopati yang berada di Kawasan Malioboro ke Terminal Giwangan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penataan lalu lintas dan pengurangan kemacetan di kawasan Malioboro. Rencana tersebut mendapat respons positif oleh pengelola Terminal Giwangan.
Kepala UPT Terminal Giwangan, Sigit Saryanto menyampaikan bahwa kapasitas Terminal Giwangan masih memadai untuk menampung bus-bus pariwisata. Terminal tersebut memiliki kapasitas untuk menampung 15 bus kedatangan, 24 bus keberangkatan, dan 150 bus parkir.
"Kalau lahan yang ada di sisi selatan diperluas, maka kapasitasnya dapat meningkat hingga 250 bus," katanya, Rabu (9/7/2025).
Meski mencukupi, menurut Sigit masih ada beberapa aspek yang perlu dibenahi agar Terminal Giwangan dapat optimal menampung lonjakan bus pariwisata, terutama saat momen liburan.
“Kita harus menyesuaikan dengan jumlah bus yang bertambah, baik itu pelayanan tempat parkir, jalur keluar-masuk, hingga penataan ulang area karena selama ini difokuskan untuk bus AKAP (Antarkota Antarprovinsi),” katanya.
Selain itu, lanjutnya, fasilitas pendukung lain di terminal itu seperti ruang tunggu juga perlu ditata kembali. Saat ini Terminal Giwangan memiliki satu ruang tunggu yang digunakan untuk kedatangan dan keberangkatan.
Ruang tunggu tersebut kapasitasnya pun masih terbatas sekitar 500 orang. Padahal, menurut Sigit, jumlah penumpang dapat melonjak lebih dari kapasitas tersebut saat momen liburan.
“Kami sedang proses membuat ruang tunggu kedua untuk kedatangan dan keberangkatan yang lebih terpisah. Kami juga siapkan lounge eksekutif yang bekerja sama dengan perusahaan otobus besar,” katanya.
Rehabilitasi terminal pun tengah berjalan. Beberapa ruang lama pun ditata ulang. Penataan tersebut diperkirakan akan rampung pada September atau Oktober 2025.
Dia menambahkan, ketika Terminal Giwangan digunakan sebagai titik utama parkir bus pariwisata, dia menilai perlu berbagai fasilitas pendukung seperti hotel, pusat oleh-oleh, hingga area belanja untuk mendukung kenyamanan wisatawan.
Kemudian, ketika rencana tersebut berjalan, menurutnya wisatawan dapat memanfaatkan layanan Trans Jogja atau shuttle bus yang ada untuk mengangkut mereka ke pusat Kota Jogja.
“Intinya kami siap mendukung pariwisata Jogja agar tidak menambah kemacetan di pusat kota. Penataan ini juga untuk memastikan wisatawan mendapatkan kenyamanan sejak mereka tiba di kota ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Damkar Sleman mencatat lebih dari 100 kebakaran selama Agustus-Oktober 2026. Pembakaran sampah dan puntung rokok menjadi pemicu kebakaran lahan.
Tujuh terdakwa kasus Little Aresha meminta dibebaskan. Tim penasihat hukum menilai para pengasuh menjalankan SOP yang ditetapkan manajemen daycare.
BMKG memperingatkan dampak tidak langsung Siklon Tropis Champi di Indonesia timur, termasuk potensi gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter.
Danantara mendukung reformasi pasar modal Indonesia bersama OJK dan BEI setelah MSCI menyoroti transparansi dan tata kelola saham.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo relasi Palur-Yogyakarta Selasa, 20 Oktober 2026, lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Danantara Indonesia merampungkan akuisisi lahan 4,4 hektare di Makkah untuk mengembangkan Kompleks Bait Jemaah dan memperkuat layanan haji serta umrah.