Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Tim BKO Kemantren Wirobrajan melaksanakan pantauan sampah di wilayah, Senin (21/7/2025)./ist Kemantren Wirobrajan
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja dengan melibatkan Tim Bantuan Kendali Operasi (BKO) Kemantren Wirobrajan rutin menggelar pemantauan sampah di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi sampah liar.
Pantauan sampah ini salah satunya digelar pada Senin pagi (21/7/2025) pagi. Kegiatan diawali dengan apel pagi di Aula Bugis Kemantren Wirobrajan yang diikuti oleh seluruh personel BKO, yang kemudian dilanjutkan dengan koordinasi internal, lalu terjun ke lapangan untuk menjalankan berbagai tugas strategis.
Adapun rangkaian kegiatan lapangan yang dilaksanakan meliputi pemantauan sampah di berbagai titik wilayah Kemantren Wirobrajan, patroli wilayah untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, operasi Non Yustisi terhadap potensi pelanggaran perda, monitoring aktivitas di depo sampah, khususnya di Depo Serangan.
Lokasi pemantauan meliputi beberapa ruas jalan strategis, antara lain Jalan Sugeng Jeroni, Jalan Bugisan, Jalan Patangpuluhan, Jalan Kapten P. Tendean, Jalan Martadinata, Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan Letjen S. Parman, dan Jalan Amri Yahya.
Mantri Pamong Praja Kemantren Wirobrajan, Sarwanto, menjelaskan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kemantren Wirobrajan dalam menciptakan wilayah yang bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
“Pemantauan rutin dan penegakan aturan diharapkan menjadi langkah preventif untuk menekan praktik pembuangan sampah sembarangan serta menjaga kualitas lingkungan hidup di wilayah Wirobrajan,” katanya, Rabu (23/7/2025).
Dari pemantauan rutin oleh kemantren dan kelurahan, sudah tidak ditemukan pelanggaran sampah liar di wilayah Kemantren Wirobrajan. “Hal ini berkat kesadaran masyarakat yang semakin meningkat akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih, indah dan sehat,” ungkapnya.
Masyarakat semakin terbiasa untuk memilah sampah dari sumber sampah yaitu rumah tangga. “Sampah organik diolah melalui biopori, komposter, ember tumpuk, losida, maggot dan sebagainya. Sedangkan sampah Anorganik diserahkan kpd Bank Sampah yang ada di masing-masing RW,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Bayam, asparagus hingga jamur mengandung purin yang perlu dibatasi penderita asam urat. Simak daftar lengkap dan tips mengonsumsinya.
Komisi Eropa menyetujui penjualan 51% saham Everlence milik Volkswagen kepada Bain Capital dalam transaksi senilai €7,4 miliar
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta,
TNI mengerahkan prajurit, pesawat Hercules, dan KRI untuk membantu evakuasi serta distribusi logistik pascagempa di NTT.
Bangladesh resmi menggantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026. BFF menyebut kesempatan menghadapi lawan lebih kuat menjadi alasan utama menerima undangan turnamen.