Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Tim BKO Kemantren Wirobrajan melaksanakan pantauan sampah di wilayah, Senin (21/7/2025)./ist Kemantren Wirobrajan
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja dengan melibatkan Tim Bantuan Kendali Operasi (BKO) Kemantren Wirobrajan rutin menggelar pemantauan sampah di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi sampah liar.
Pantauan sampah ini salah satunya digelar pada Senin pagi (21/7/2025) pagi. Kegiatan diawali dengan apel pagi di Aula Bugis Kemantren Wirobrajan yang diikuti oleh seluruh personel BKO, yang kemudian dilanjutkan dengan koordinasi internal, lalu terjun ke lapangan untuk menjalankan berbagai tugas strategis.
Adapun rangkaian kegiatan lapangan yang dilaksanakan meliputi pemantauan sampah di berbagai titik wilayah Kemantren Wirobrajan, patroli wilayah untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, operasi Non Yustisi terhadap potensi pelanggaran perda, monitoring aktivitas di depo sampah, khususnya di Depo Serangan.
Lokasi pemantauan meliputi beberapa ruas jalan strategis, antara lain Jalan Sugeng Jeroni, Jalan Bugisan, Jalan Patangpuluhan, Jalan Kapten P. Tendean, Jalan Martadinata, Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan Letjen S. Parman, dan Jalan Amri Yahya.
Mantri Pamong Praja Kemantren Wirobrajan, Sarwanto, menjelaskan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kemantren Wirobrajan dalam menciptakan wilayah yang bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
“Pemantauan rutin dan penegakan aturan diharapkan menjadi langkah preventif untuk menekan praktik pembuangan sampah sembarangan serta menjaga kualitas lingkungan hidup di wilayah Wirobrajan,” katanya, Rabu (23/7/2025).
Dari pemantauan rutin oleh kemantren dan kelurahan, sudah tidak ditemukan pelanggaran sampah liar di wilayah Kemantren Wirobrajan. “Hal ini berkat kesadaran masyarakat yang semakin meningkat akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih, indah dan sehat,” ungkapnya.
Masyarakat semakin terbiasa untuk memilah sampah dari sumber sampah yaitu rumah tangga. “Sampah organik diolah melalui biopori, komposter, ember tumpuk, losida, maggot dan sebagainya. Sedangkan sampah Anorganik diserahkan kpd Bank Sampah yang ada di masing-masing RW,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.