Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Foto ilustrasi. Petugas SAR Satlinmas di Pantai Siung/Istimewa SAR Satlinmas Wilayah I DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Upaya pencarian pengunjung hilang di Pantai Siung di Kalurahan Purwodadi, Tepus atas nama Azka Nurfadillah terus dilakukan. Meski demikian, hingga Senin (28/7/2025) siang belum ada tanda-tanda keberadaan yang bersangkutan ditemukan.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko mengatakan, seusai mendapatkan laporan pengunjung yang hilang di Pantai Siung pada Minggu (27/7/2025) siang, upaya pencarian dengan melibatkan tim gabungan telah dilakukan. Meski demikian, hingga Senin siang keberadaan Azka belum ditemukan.
Pihaknya sudah membagi tim pencarian menjadi tiga kelompok. Tim pertama fokus mencari di kawasan Watu Togok yang menjadi lokasi ditemukannya pengunjung bersangkutan sebelum hilang.
Adapun tim kedua fokus mencari di sisi barat Pantai Siung dengan melakukan penyisiran dengan radius dua kilometer. Sedangkan, tim ketiga bertugas mencari di sisi timur dengan radius pencarian dua kilometer.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Akan Tambah Parkir Digital untuk Antisipasi Parkir Nuthuk
“Masih terus dicari, tapi keberadaan saudari Azka masih belum ketemu,” kata Sunu, Senin (28/7/2025). Menurut dia, pencarian juga sudah memanfaatkan pemantauan udara dengan menggunakan drone. Hanya saja, belum ada tanda-tanda ditemukan keberadaan korban.
“Kami juga memberitahu kepada nelayan atau petani yang melihat atau menemukan hal-hal yang mencurigakan untuk dilaporkan ke kami sebagai upaya menemukan korban,” katanya.
Di hari kedua pencarian, Sunu tidak menampik ada beberapa kendala mulai dari terjadinya hujan hingga gelombang laut mengalami kenaikan sehingga menyulitkan dalam pencarian. “Tetap kami berupaya menemukan Azka karena pencarian masih berlangsung,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Azka yang merupakan warga asal Jakarta ini datang ke Pantai Siung pada Kamis (24/7/2025) untuk kamping dengan menyewa tenda. Namun, pada Sabtu (26/7/2025) dinyatakan hilang setelah izin sewa tenda habis dan dibongkar pemilik, tapi keberadannya tidak diketahui.
“Sempat ada yang melihat di area Watu Togok dan diminta pulang oleh Petugas SAR,” katanya.
Berdasarkan laporan dari petugas parkir di Pantai Siung diketahi ada sepeda motor Honda Vario 160 yang terparkir hingga Minggu siang. Hasil koordinasi dengan pihak Polsek Tepus diketahui kendaraan tersebut dibawa oleh Azka, pengunjung perempuan yang dinyatakan hilang.
“Di dalamnya ada STNK, ponsel dan SIM atas nama bersangkutan karena ada tas dan kunci kontak motornya,” katanya.
Salah seorang saksi, Joko mengatakan, setelah melihat Azka berada di Watu Togok sudah ada upaya mengawasinya. Hal ini terlihat saat petugas memantau keberadaannya di tenda saat Sabtu dini hari.
“Tapi pada siangnya, yang bersangkutan sudah tidak terlihat lagi dan hingga sekarang belum ditemukan,” katanya.
Ia berharap keberadaan pengunjung ini bisa segera ditemukan agar teka-teki tentang bersangkutan dapat diketahui bersama. “Masih dicari dan mudah-mudahan bisa ditemukan bagaimana pun kondisinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.