Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Sejumlah anak dan sanggar seni menerima Apresiasi Seni dan Budaya Anak dari Pemda DIY, di Kepatihan, Senin (28/7/2029)./ist Humas Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY memberikan penghargaan kepada 10 anak berbakat dan tiga sanggar seni dalam ajang Apresiasi Prestasi Seni dan Budaya Anak 2025, di Kepatihan, (28/07/2025). Apresiasi dari Pemda DIY ini sebagai bentuk komitmen dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya sejak usia dini.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menjelaskan kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur DIY No. 32/2023 tentang Tata Cara Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan Budaya.
"Ini menjadi tahun kelima konsistensi Pemda DIY dalam memberikan apresiasi pada pelaku budaya muda yang ada di Yogyakarta, proses penjaringan terbuka secara online dan offline, mulai 8 hingga 30 April 2025 lalu,” jelas Dian.
Kriteria apresiasi meliputi usia 7–18 tahun, belum menikah, memiliki keahlian di bidang seni budaya, serta aktif berkarya dan berprestasi secara berkesinambungan selama lima tahun terakhir. "Memiliki dua keahlian atau lebih di bidang seni budaya dibuktikan dengan piagam penghargaan, kartu keluarga, surat keterangan kepribadian baik, foto, dan video isi karya atau aktivitas kebudayaan yang telah dilakukan oleh peserta memiliki prestasi," jelasnya.
Untuk kategori kelompok atau sanggar, syarat tambahan meliputi profil organisasi, struktur kepengurusan, serta keanggotaan anak-anak dengan usia yang sesuai. Selain itu, sanggar harus telah berdiri minimal lima tahun dan memiliki Nomor Induk Kebudayaan.
Proses seleksi selanjutnya melibatkan wawancara dan uji kompetensi terhadap 40 calon penerima yang lolos seleksi administrasi. "Aspek penilaian pada perseorangan didasarkan pada unsur yang pertama attitude, kedua unsur skill, dan ketiga unsur social effects," ujarnya.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menegaskan bahwa ajang ini merupakan bentuk penghargaan atas semangat, kerja keras, dan ketekunan anak-anak dalam mengekspresikan nilai-nilai budaya melalui karya seni. Sri Paduka menyampaikan, seni dan budaya bukan hanya hasil, tetapi juga proses yang mencerminkan karakter dan identitas.
"Apresiasi terhadap seni dan budaya adalah wujud penghargaan, pemahaman, dan pengakuan terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap karya dan ekspresi budaya. Kita menilai bukan hanya hasil, tetapi juga semangat, proses, dan makna yang menyertainya," tuturnya.
Ia turut berpesan kepada seluruh penerima apreasiasi agar terus mengembangkan ekspresi diri, menumbuhkan semangat kesenian dan budaya tanah air. “Jadikan karya sebagai bentuk syukur, jati diri, sekaligus kontribusi bagi bangsa,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis dijalankan secara transparan tanpa rapat rahasia dan konflik kepentingan.
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.