Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menggandeng Shind, perusahaan swasta yang bergerak dalam pelestarian lingkungan untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Direktur Shind, Mulana menuturkan pengelolaan sampah berbasis wilayah dimulai dari rumah tangga, menjadi kunci untuk pengurangan timbunan sampah di Kota Jogja.
Menurutnya, rumah tangga sebagai produsen sampah diharapan melakukan penanganann sampah yang diproduksinya sendiri.
BACA JUGA: Pemkot Luncurkan Program Masyarakat Jogja Olah Sampah, Ini Targetnya
Untuk mendorong hal tersebut, pihaknya akan melakukan sosialisasi terhadap sekitar 600 RW yang ada di Kota Jogja. Dari situ dia berharap kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah meningkat. "Kita akan membangun kampanye untuk edukasi itu [pengelolaan sampah] lebih banyak lagi," katanya.
Pihaknya juga memiliki aplikasi yang akan digunakan untuk memantau volume sampah harian di tiap wilayah. Dari situ, menurutnya Pemkot Jogja dapat melihat progres penurunan timbunan sampah yang telah dilakukan masyarakat.
Sementara Wakil Ketua Tiga Forum Bank Sampah (FBS) Kota Jogja, Chritina Iin menuturkan pengurangan sampah anorganik telah dilakukan pada ratusan bank sampah yang ada di Kota Jogja.
Pihaknya pun mengaku telah melakukan pemantauan rutin agar bank sampah di setiap wilayah mampu mengolah sampah anorganik secara optimal.
Dia menuturkan selama ini pihaknya telah memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada pengurus bank sampah di setiap wilayah untuk mendukung pengelolaan bank sampah di setiap wilayah dapat optimal.
“Edukasi berkelanjutan dan penguatan peran komunitas akan menjadi kunci keberhasilan program ini [pengolahan sampah]” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menuturkan volume sampah harian di Kota Jogja mencapai sekitar 260 ton per hari. Dia berharap agar volume sampah tersebut dapat menurun dengan Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (MAS JOS).
“Target saya [penurunan volume sampah] mencapai 20%. Kalau turun [volume sampah] lumayan lah, indikator untuk tercapainya program ini,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
7 bahan ini sebaiknya dihindari saat membersihkan stainless steel karena bisa menyebabkan goresan, noda, kusam, hingga korosi.
KTM menolak aturan satu motor MotoGP dan memilih mendukung cost cap sebagai opsi menekan biaya tanpa mengurangi aksi balap.
Sebanyak 1.001 pembatik akan membatik bersama di Malioboro pada 3 Oktober 2026. Jalan ditutup pukul 06.00-09.00 WIB.
Nissan menilai produsen Tiongkok menjadi tantangan berat dan menyiapkan strategi biaya menghadapi potensi produksi mobil China di Meksiko.