PSEL Jogja Masuk Tahap Baru, Pematangan Lahan Dimulai Agustus
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Foto ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, JOGJA—Satlantas Polresta Jogja mengungkap maraknya penggunaan pelat nomor polisi (nopol) palsu dan pelanggaran kelengkapan kendaraan bermotor di wilayah Kota Jogja. Temuan ini terungkap dalam patroli dan pemeriksaan rutin serta dalam razia Operasi Patuh Progo 2025 selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025 lalu.
Kasatlantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, menyebutkan pihaknya menemukan sejumlah kendaraan menggunakan pelat nomor tidak sesuai ketentuan. “Ada yang tidak memakai pelat, ada yang menutup pelat dengan mika gelap, hingga memalsukan susunan angka dan huruf menjadi kalimat tertentu yang tidak sesuai data STNK,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).
Bahkan, petugas mendapati kasus manipulasi angka tahun pajak pada pelat kendaraan. Salah satu kendaraan yang semestinya habis masa pajaknya pada 2025, diketahui telah dimodifikasi menjadi seolah berlaku hingga 2027.
BACA JUGA: Barcelona FC Gilas FC Seoul 7-3, Lamine Yamal dan Feran Torres Cetak Brace
Alvian menegaskan praktik tersebut bukan hanya pelanggaran lalu lintas, tetapi juga termasuk dalam kategori pemalsuan dokumen. Ia menegaskan, pelanggar bisa dikenakan Pasal 280 UU Lalu Lintas dengan denda maksimal Rp500.000 atau kurungan dua bulan. Jika terbukti memalsukan pelat, bisa dikenakan Pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana penjara hingga enam tahun.
Polresta Jogja bersama jajaran kepolisian di seluruh DIY kini tengah meningkatkan pengawasan terhadap praktik serupa. Masyarakat pun diimbau untuk tidak menggunakan pelat nomor ilegal dan segera mengganti pelat kendaraan yang tidak sesuai aturan.
“Kami akan terus lakukan penindakan. Ini bukan sekadar kesalahan administratif, tapi bisa menjadi tindak pidana pemalsuan dokumen,” tandasnya.
BACA JUGA: KPK Sita Mobil Alphard dari Seorang Anggota DPR RI, Diduga Terkait Korupsi LPEI
Berdasarkan data yang dihimpun dari Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi, secara keseluruhan terdapat 5.746 jumlah pelanggar selama Operasi Patuh Progo 2025. Jumlah ini diketahui mengalami penurunan dibanding tahun 2024 yang sebanyak 6.563 pelanggar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Menteri Hukum menyebut 300 WNI mengajukan pelepasan kewarganegaraan. Kenaikan tarif dinilai tidak berdampak bagi masyarakat umum
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.
Warga Kotagede mengikuti pelatihan susur Sungai Gajah Wong untuk mendeteksi dini potensi banjir dan memperkuat mitigasi bencana.
Polres Bantul mengungkap peredaran 1.602 pil berlogo Y di Pleret dan Banguntapan. Seorang pemasok ditangkap berkat laporan warga.