2 Kasus Miras dan Oplosan di Bantul Didenda Rp16 Juta
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.
Harianjogja.com, BANTUL—Dua siswa dan satu guru memilih mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Sonosewu, Bantul.
Kepala SRMA 19 Sonosewu, Agus Ristanto, menjelaskan dua siswa tersebut memutuskan keluar karena alasan ketidaksesuaian dengan harapan mereka. Meski demikian, pihak sekolah memastikan jumlah siswa tetap 200 orang sesuai data dari Dinas Sosial.
“Tidak sesuai dengan harapan. Ini harus ada komitmen antara siswa dan orang tua. Ketika orang tua setuju, anaknya tidak setuju, jangan dipaksa untuk masuk ke SR,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Menurut Agus, rasa betah atau tidaknya siswa di sekolah sangat dipengaruhi kesepakatan kedua belah pihak. Ia menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak sebelum memutuskan bersekolah di SRMA.
Selain siswa, seorang guru agama Katolik juga mengundurkan diri. “Betul, itu guru agama Katolik. Beliau sudah secara jam mengajar terpenuhi. Kemudian alasan mundur karena alasan kesehatan,” kata Agus.
Surat pengunduran diri pun telah disampaikan secara resmi kepada Dinas Sosial. Pihak sekolah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan.
Menurut Agus, pengajaran agama bagi siswa Katolik akan dioptimalkan oleh guru yang ada, atau jika diperlukan, siswa akan dibimbing untuk mengikuti pelajaran di SMA terdekat, seperti SMA Negeri 1 Kasihan.
Agus juga menanggapi isu kesehatan dan kedisiplinan siswa. Ia mengatakan setiap siswa yang sakit segera mendapatkan penanganan melalui kerja sama dengan puskesmas setempat.
Sedangkan untuk perilaku seperti merokok, pengawasan dilakukan ketat oleh wali asuh di asrama.
“Di sini penuh dengan tatanan, dengan aturan. Ketika sudah tidak sesuai frekuensi, ya nanti bisa mundur diri saja, tidak masalah,” ujarnya.
Meski ada yang mengundurkan diri, Agus memastikan kuota siswa sekolah rakyat tetap dijaga. “Pokoknya 200 ya 200, aturannya begitu. Kalau stok penggantinya tidak ada, ya sudah berarti adanya itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
IRGC Iran mengklaim rudal balistik menghantam kapal perang AS. CENTCOM menyebut kedua kapal berhasil menghindari serangan.
Abu vulkanik mengandung silika yang dapat mengiritasi mata, kulit, dan saluran pernapasan. Simak cara membersihkan abu dari tubuh dengan tepat
Harga BBM 6 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell. Sejumlah BBM nonsubsidi naik, sementara Pertalite tetap Rp10.000.
Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah penerbangan Lampung-Jakarta dibatalkan dan ditunda di Bandara Radin Inten II.
Gunung Anak Krakatau masih erupsi dan berstatus Level III Siaga. Pangdam XXI/Radin Inten mengimbau warga Lampung tetap tenang dan waspada.