Cegah Solar Tumpah di Jalan Jogja-Wonosari, Polisi Periksa Truk
Satlantas Polres Gunungkidul memeriksa tutup tangki BBM truk untuk mencegah tumpahan solar dan risiko kecelakaan di jalur Jogja-Wonosari.
Ilustrasi penemuan jenazah. Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jasad manusia tak utuh yang ditemukan di Pantai Krakal di Kapanewon Tanjungsari Gunungkidul hingga sekarang belum diketahui identitasnya. Upaya pencocokan DNA dengan korban hilang di Pantai Siung, Purwodadi di Kapanewon Tepus sudah dilakukan, tapih sampai saat ini hasilnya belum keluar.
Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyatna mengatakan, temuan mayat di Pantai Krakal pada Senin (4/8/2025) masih menjadi misteri. Pasca-penemuan, jasad langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk kepentingan pemeriksaan, tapi hingga kini belum diketahui identitas korban.
BACA JUGA: Jalan di Perbatasan Sukoharjo-Semin Gunungkidul Rusak Parah
Menurut dia, upaya mencari identitas korban sudah dilakukan, tapi hingga sekarang masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan korban hilang di Pantai Siung. Upaya pencocokan dilakukan pada Jumat (9/8/2025), yakni pihak keluarga korban mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara.
“Belum keluar hasilnya karena pengambilan sampel DNA untuk pencocokan sudah dilakukan,” kata Agus, Rabu (13/8/2025).
Dia meminta kepada semua pihak untuk bersabar karena pencocokan juga membutuhkan waktu. “Di Rumah Sakit Bhayangkara hanya pengambilan sampel, sedangkan pencocokan dilakukan di Jakarta. Jadi, kita tunggu hasilnya seperti apa,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa di Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke pihak berwajib terkait dengan upaya pencocokan antara temuan mayat di Pantai Kralak dengan Siung.
“Hasilnya kami juga masih menunggu,” katanya.
Menurut dia, untuk saat ini pencarian korban hilang di Pantai Siung atas nama Azka Nurfadillah telah dihentikan. Pasalnya, beberapa hari pencarian tidak membuahkan hasil hingga operasi ditutup.
Sebelumnya diberitakan, Azka yang merupakan warga asal Jakarta ini datang ke Pantai Siung pada Kamis (24/7/2025) untuk kamping dengan menyewa tenda. Namun, pada Sabtu (26/7/2025) dinyatakan hilang setelah izin sewa tenda habis dan dibongkar pemilik, tapi keberadannya tidak diketahui.
“Sempat ada yang melihat di area Watu Togok dan diminta pulang oleh Petugas SAR,” katanya.
Berdasarkan laporan dari petugas parkir di Pantai Siung diketahui ada sepeda motor Honda Vario 160 yang terparkir hingga Minggu siang. Hasil koordinasi dengan pihak Polsek Tepus diketahui kendaraan tersebut dibawa oleh Azka, pengunjung perempuan yang dinyatakan hilang.
“Di dalamnya ada STNK, ponsel dan SIM atas nama bersangkutan karena ada tas dan kunci kontak motornya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satlantas Polres Gunungkidul memeriksa tutup tangki BBM truk untuk mencegah tumpahan solar dan risiko kecelakaan di jalur Jogja-Wonosari.
Gowes Jogjaversitas 2026 di UII diikuti pimpinan PTS DIY dan Jateng untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antarkampus.
Anggota DPRD Kulon Progo Angga Pratama mendorong pembangunan dan pemeliharaan irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian.
Mandat ganda Bank Indonesia memperkuat peran kebijakan moneter dan sinergi IRU, GIRU, serta RIRU dalam mendorong investasi dan lapangan kerja.
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.