Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Aktivitas nelayan yang biasa menjadi sajian pemandangan khas Pantai Depok, Bantul./Instagram @pantaidepok
Harianjogja.com, BANTUL – Rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Bantul mengalami perubahan lokasi. Semula direncanakan di Pantai Kuwaru, tapi kini diputuskan pindah ke Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Srandakan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, Kristanto Kurniawan mengungkapkan keputusan ini diambil setelah tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan verifikasi lapangan pada Senin (18/8/2025).
BACA JUGA: Empat Titik Talut Sungai di Bantul Rawan Longsor, Belum Tersentuh Perbaikan
“Pertimbangannya, di Pantai Kuwaru jumlah nelayan sedikit dan infrastruktur banyak yang harus dibenahi. Sementara Pantai Baru dinilai lebih siap untuk segera memberi dampak positif setelah pembangunan selesai,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Di lokasi baru ini, lahan tersedia mencapai 11.000 meter persegi, tapi hanya sekitar 5.000–8.000 meter persegi yang akan digunakan. Pembangunan KNMP akan mencakup lapak perahu, sentra kuliner, balai nelayan, dan perbaikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang sudah ada.
“Ada juga lapak pasar ikan, area parkir, MCK, musala, dan gapura penanda,” jelas Kristanto. Selain fasilitas utama, sarana pendukung seperti tempat pertemuan juga disiapkan untuk menunjang aktivitas komunitas nelayan.
Pembangunan KNMP di Pantai Baru diusulkan melalui hibah dari pemerintah pusat. Anggaran yang diajukan sekitar Rp20 miliar, meski nilai resmi masih menunggu konfirmasi dari KKP.
“Target kami akhir tahun ini sudah bisa selesai. Kabupaten hanya mengusulkan dan memfasilitasi perizinan, sementara pembangunan akan dibiayai pusat,” kata Kristanto.
Lurah Poncosari, Supriyanto menyatakan, KNMP merupakan program nasional untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pengembangan kawasan pesisir berbasis komunitas.
“Program ini bertujuan memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan nelayan, dan menciptakan ekosistem berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan relokasi ke Pantai Baru, diharapkan proyek ini dapat berjalan sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi nelayan serta masyarakat pesisir Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.