Pasar Rakyat Bantul Makin Sepi, Omzet Pedagang Turun 30%
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.
Aktivitas nelayan yang biasa menjadi sajian pemandangan khas Pantai Depok, Bantul./Instagram @pantaidepok
Harianjogja.com, BANTUL – Rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Bantul mengalami perubahan lokasi. Semula direncanakan di Pantai Kuwaru, tapi kini diputuskan pindah ke Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Srandakan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, Kristanto Kurniawan mengungkapkan keputusan ini diambil setelah tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan verifikasi lapangan pada Senin (18/8/2025).
BACA JUGA: Empat Titik Talut Sungai di Bantul Rawan Longsor, Belum Tersentuh Perbaikan
“Pertimbangannya, di Pantai Kuwaru jumlah nelayan sedikit dan infrastruktur banyak yang harus dibenahi. Sementara Pantai Baru dinilai lebih siap untuk segera memberi dampak positif setelah pembangunan selesai,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Di lokasi baru ini, lahan tersedia mencapai 11.000 meter persegi, tapi hanya sekitar 5.000–8.000 meter persegi yang akan digunakan. Pembangunan KNMP akan mencakup lapak perahu, sentra kuliner, balai nelayan, dan perbaikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang sudah ada.
“Ada juga lapak pasar ikan, area parkir, MCK, musala, dan gapura penanda,” jelas Kristanto. Selain fasilitas utama, sarana pendukung seperti tempat pertemuan juga disiapkan untuk menunjang aktivitas komunitas nelayan.
Pembangunan KNMP di Pantai Baru diusulkan melalui hibah dari pemerintah pusat. Anggaran yang diajukan sekitar Rp20 miliar, meski nilai resmi masih menunggu konfirmasi dari KKP.
“Target kami akhir tahun ini sudah bisa selesai. Kabupaten hanya mengusulkan dan memfasilitasi perizinan, sementara pembangunan akan dibiayai pusat,” kata Kristanto.
Lurah Poncosari, Supriyanto menyatakan, KNMP merupakan program nasional untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pengembangan kawasan pesisir berbasis komunitas.
“Program ini bertujuan memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan nelayan, dan menciptakan ekosistem berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan relokasi ke Pantai Baru, diharapkan proyek ini dapat berjalan sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi nelayan serta masyarakat pesisir Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.
FEB UGM menggandeng Hochschule Osnabrück Jerman melalui IDB untuk mencetak doktor praktisi. UKT program ini Rp50 juta per semester.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 33 penerbangan terdampak.
Kasus keracunan MBG mencapai 50.059 korban. Pakar hukum menjelaskan peluang jerat pidana akibat kelalaian maupun kesengajaan.
Gen Z dan Alpha mulai mengurangi screen time dan mencari pengalaman offline, termasuk berkumpul di kawasan seperti Blok M dan Dukuh Atas.
Jadwal KSPN Jogja 6 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.