Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X bertemu Kepala BBWSSO, Maryadi Utama di Kepatihan, Senin (25/8/2025)./ist Humas Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk membangun lima embung di DIY. Embung-embung ini nantinya akan dapat mendukung irigasi di daerah pertanian yang masih kekurangan air, seperti di Kulonprogo sisi utara.
Kepala BBWSSO, Maryadi Utama, mengatakan, menjelaskan ia mendapat arahan dari Sultan untuk membantu penyediaan air untuk irigasi di wilayah Kulon Progo dan Bantul. “Dalam hal ini, beliau pun mengusulkan pembuatan lima embung di wilayah DIY,” ujar Kepala BBWSSO baru ini di Kepatihan usai bertemu Sri Sultan HB X, Senin (25/8/2025).
Usulan pembuatan embung ini oleh Sri Sultan didasarkan pada kondisi pertanian, utamanya di Kulonprogo sisi utara yang sampai saat ini belum kebagian pengairan. Untuk menindaklanjuti hal ini, pihaknya akan segera melakukan survei ke lokasi agar pengusulan pembuatan embung ini juga bisa maksimal dan segera dilakukan.
“Hal ini juga akan dikawal oleh Komisi V DPR RI. Mudah-mudahan di 2026 dapat terealisasikan. Meski kami sendiri tidak bisa menjanjikan, namun kami optimistis karena hal-hal yang berhubungan dengan ketahanan pangan juga menjadi prioritas Bapak Presiden,” katanya.
BACA JUGA: Perbaikan Gor Olahraga Cangkring Kulonprogo Ditarget Rampung Desember
Kepala Bidang Operasi Pemeliharaan BBWSSO, Vicky Aryanti, menambahkan beberapa usulan pembangunan embung untuk irigasi di DIY, yakni Embung Temuwuh, Dlingseng, Nawungan, Ngroto, dan Embung Sentolo. Embung-embung ini nantinya akan menunjang pengairan lahan pertanian warga untuk meningkatkan produksi pangan.
“Jadi, Sri Sultan menginginkan embung-embung ini nantinya tidak harus besar. Cukup seluas 15-20 hektare saja, karena yang terpenting banyaknya. Beliau inginnya kecil-kecil saja tapi banyak dan menyebar,” ujarnya.
Selain mengenai pembangunan embung, Sri Sultan juga berharap BBWSSO dapat terlibat dalam upaya pengendalian banjir akibat luapan air sungai di DIY. Secara spesifik untuk Sungai Opak, Sri Sultan berharap BBWSSO dapat turut serta dalam upaya menghidupkan kembali transportasi air di sungai tersebut.
“Beliau juga tadi menyampaikan bagaimana agar Sungai Opak bisa dilayari oleh perahu sehingga bisa menjadi tempat wisata dan juga terbentuk lalu lintas transportasi air. Misalnya bisa seperti dulu, dari Hotel Jayakarta ke arah Bantul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan