Pasar Murah Kota Jogja Digelar di 23 Titik, Siapkan 65 Ton Bahan Pokok
Pemkot Jogja menggelar pasar murah di 23 titik pada Oktober-November 2026. Sebanyak 65 ton komoditas bersubsidi disiapkan.
Ilustrasi Keracunan - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus keracunan pangan diduga berasal dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Sleman. Terbaru, sebanyak 137 murid SMP Negeri di Berbah yang mengalami gejala keracunan seusai menyantap menu MBG.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan Dinkes telah menerjunkan sembilan tenaga kesehatan dari Puskesmas untuk melakukan penanganan dugaan keracunan akibat menu MBG di lokasi kejadian.
BACA JUGA: Kolaborasi KKN UGM X KKN UNS, Bersih-bersih Pantai Kunir Pacitan
Dari 137 murid bergejala, hanya ada dua orang yang dibawa ke Puskesmas Berbah. Kondisi kesehatan mereka tergolong bagus, sehingga hanya menjalani rawat jalan. Ia menegaskan tidak korabn yang dirujuk ke rumah sakit.
"Sebabnya masih diduga dari menu MBG. Soalnya gejala muncul pasca makan menu MBG. Belum pasti penyebabnya," kata Yuliati dihubungi, Rabu (27/8/2025).
Anggota TRC BPBD Sleman, Taufik Efendi, mengatakan BPBD memberi bantuan personel dan satu mobil ambulans untuk penanganan di sekolah. BPBD Sleman mendapat informasi dugaan keracunan dari Pusdalops BPBD pada Selasa (26/8/2025). TRC kemudian tiba di SMPN di Berbah pukul 09.30 WIB.
"Menu yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah menu MBG hari Selasa, dengan lauk sepotong telur," katanya.
Sebelumnya ratusan siswa dari tiga sekolah di Mlati Sleman juga mengalami keracunan menu MBG. Bahkan ada puluhan yang harus menjalani perawatan medis dengan gejal munta dan diare. Aktivitas MBG pun sempat dihentikan untuk ketiga sekolah tersebut.
BACA JUGA: Pengemudi Truk Pengangkut Gas LPG Tewas Terseret Tronton di Tol JORR Jatiasih
Adapun hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan menu MBG yang menyebabkan keracunan tersebut telah diterbitkan. Hasil uji lab menyatakan ada tiga bakteri yang diduga menjadi penyebab keracungan pangan, salah satunya adalah Escherichia coli atau E. coli. Bakteri Escherichia coli, Slostridium sp, dan Staphloccus ditemukan dari hasil pengujian sampel makanan dan muntahan korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menggelar pasar murah di 23 titik pada Oktober-November 2026. Sebanyak 65 ton komoditas bersubsidi disiapkan.
Cek harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Senin 26 Oktober 2026. Simak harga jual dan buyback berbagai ukuran.
PDA Indonesia menjelaskan prinsip infill development agar bangunan baru tetap selaras dengan nilai sejarah, budaya, dan arsitektur kawasan cagar budaya.
Sebanyak 68.000 UMKM menjadi pemasok program MBG. Menteri UMKM Maman Abdurahman mendorong penambahan mitra usaha lokal.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 26 Oktober 2026 tersedia untuk 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatannya.
Bulog menyiapkan bantuan beras untuk 33,2 juta penerima periode Oktober-Desember 2026. Penyaluran menunggu data dari Kemensos.