Babad Siti Kemantren #4, Sejarah Lokal Jadi Penggerak Potensi Jogja
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
Ilustrasi pemilahan sampah. - Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Warga Kelurahan Bumijo, Jetis, berupaya mengolah sampah anorganik yang dihasilkan dengan berbagai metode. Berbagai metode pengolahan sampah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pengolahan sampah di wilayah tersebut.
Lurah Bumijo, Ani Purwanti menyampaikan warga Bumijo telah mengolah sampah anorganik secara mandiri. Dia menuturkan di Bumijo telah ada Pusat Daur Ulang (PDU) Papa Ndulang Mami dan Bank Sampah Jlantra sebagai pusat pengelolaan sampah anorganik di Bumijo.
"PDU Papa Ndulang Mami sebagai pusat edukasi dan praktik pengllahan sampah rumah tangga menjadi produk bernilai guna," katanya, Rabu (27/8/2025).
Menurut Ani, ada banyak sampah anorganik yang selama ini dapat dimanfaatkan menjadi produk baru dengan melewati proses daur ulang. Ketika sudah diolah, sampah anorganik tersebut akan memiliki nilai ekonomi. pun Beberapa sampah anorganik tersebut antara lain botol plastik, kemasan sekali pakai, dan kertas bekas.
BACA JUGA: Masyarakat Lintas Agama Gotong Royong Bersihkan Sampah di Kali Code
Selain itu, menurutnya, warga Bumijo juga telah menyalurkan sampah anorganik melalui Bank Sampah Jlantra. Melalui bank sampah tersebut, warga dapat menyalurkan berbagai jenis sampah anorganiknya ke sana dengan mendaftar sebagai nasabah bank sampah. Nantinya, warga akan mendapatkan tabungan dari hasil penjualan sampahnya.
"Melalui sistem yang sederhana, warga dapat menukarkan sampah anorganik dengan tabungan atau untuk kebutuhan rumah tangga," katanya.
Dia menilai dua metode pengolahan sampah anorganik tersebut dilakukan untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat di Bumijo.
"Pengolahan sampah anorganik ini diperlukan agar sampah yang ada tidak langsung berakhir di Tempat Pembuangan Akhir [TPA]," katanya.
Dia pun berharap agar semakin banyak warga Bumijo yang mengolah sampah anorganiknya menjadi produk baru. Dengan begitu, dia pun berharap agar ada penurunan volume sampah anorganik di Kota Jogja. (Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
Erupsi GAK menutup delapan bandara. Menhub memastikan penumpang mendapat refund 100 persen atau reschedule penerbangan.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.
Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony di Bali mempertemukan delegasi 70 negara untuk menyerukan perdamaian di tengah disrupsi AI.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot mengevaluasi portal di sirip Malioboro agar akses pejalan kaki dan penyandang disabilitas tidak terganggu.