RSUD Panembahan Senopati Dorong Pembayaran Digital Lewat Si Banter
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Sejumlah pelajar menumpang bus angkutan umum/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul tengah menyiapkan inovasi layanan berbasis aplikasi bernama Angkotku.
Aplikasi ini dirancang untuk memangkas birokrasi perizinan angkutan umum sehingga proses yang sebelumnya berlapis dapat disederhanakan menjadi lebih cepat dan efisien.
Kepald Seksi Angkutan dan Keselamatan Transportasi Dishub Bantul, Ganis Pratomo Wibowo, menjelaskan bahwa aplikasi Angkotku akan menjadi wadah terintegrasi untuk mengurus berbagai dokumen perizinan.
“Branding dan namanya Angkotku, Angkotku itu adalah inovasi untuk memotong birokrasi terkait perizinan angkutan. Untuk jenis pelayanannya ada rekomendasi plat kuning, izin penyelenggaraan angkutan pedesaan, dan kartu pengawasan kendaraan,” terang Ganis, Kamis (11/9).
Ia menambahkan, sistem ini telah lolos verifikasi aplikasi dari Kominfo dan saat ini sedang diproses untuk penetapan SK penggunaannya. Targetnya, aplikasi bisa resmi digunakan paling lambat pada 1 Oktober 2025.
“Sebenarnya aplikasinya sudah siap, tapi masih menunggu SK. Harapannya sebelum 1 Oktober sudah bisa berjalan,” ujarnya.
Dengan adanya Angkotku, proses perizinan yang dulunya panjang kini bisa dilakukan dalam satu tahapan. Perusahaan angkutan cukup diverifikasi sekali, lalu mendapatkan akun untuk mengunggah dokumen yang dipersyaratkan.
Setelah dinyatakan lengkap, surat izin akan langsung terintegrasi dengan sistem e-surat Kabupaten Bantul dan mendapat pengesahan dari instansi terkait.
BACA JUGA: Jelang Peresmian Jembatan Pandansimo, Pemkab Bantul Siapkan TPR Darurat
Ke depan, aplikasi ini akan diintegrasikan dengan Sistem Informasi Manajemen Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) agar data kendaraan angkutan umum lebih sinkron, terutama terkait kelayakan teknis.
Bahkan, Dishub berencana menambahkan fitur RAM Check, yakni pemeriksaan kendaraan untuk memastikan keamanan sebelum digunakan untuk wisata, baik wisata lokal maupun kunjungan dari luar daerah.
“Masyarakat nantinya bisa secara terbuka mengakses informasi perusahaan angkutan yang berizin dan kendaraan yang layak jalan. Jadi lebih transparan,” jelas Ganis.
Untuk tahap awal, sosialisasi aplikasi Angkotku akan difokuskan kepada perusahaan angkutan agar mereka tertib administrasi dan perizinan. Setelah itu, program sosialisasi ke masyarakat, termasuk ke sekolah-sekolah yang sering melakukan studi wisata, akan digencarkan begitu aplikasi siap digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
BRICS menyerukan penyelesaian damai konflik dunia, menolak pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza, dan soroti risiko nuklir.
Hari keenam pencarian delapan orang yang hilang di Selat Sunda diperluas hingga 6.010 NM² dengan dukungan unsur laut, udara, dan darat.
Basarnas mencari Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya ke Banjarmasin dengan 243 orang.
Sinopsis Fall 2: Deadpoint mengikuti Jax dan Luce yang terjebak di ketinggian ekstrem Gunung Kwan setelah longsoran batu.
AI Content Fest 2026 membawa 10 karya kreator Indonesia ke layar lebar sekaligus memberi ruang bagi kreator mengeksplorasi teknologi AI.