Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyiapkan penataan gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang selama ini ada di beberapa ruas jalan di Kota Jogja. Gepeng tersebut rencananya akan diberdayakan dengan menempatkannya pada titik-titik tertentu.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mengakui masih ada gepeng di beberapa ruas jalan di Kota Jogja. Pihaknya mencatat gepeng yang ada tersebar pada 27 titik. Adapun di titik-titik tersebut ada lebih dari dua orang gepang. Oleh karena itu ia berupaya memberikan wadah untuk menampilkan kemampuan gepeng tersebut pada titik-titik yang disediakan.
BACA JUGA: Pemerintah Tarik Utang Rp463,7 Triliun
“Di hari Jadi Kota Jogja ini kami tidak mengadakan pentas seni yang menghabiskan banyak anggaran. Fokus kami menata regulasi dan menertibkan kota agar lebih aman dan nyaman. Salah satunya menata pengamen dengan menentukan lokasi yang boleh digunakan,” katanya, Selasa (23/9/2025).
Pemkot Jogja akan mendata jumlah gepeng dalam waktu dekat. Setelah pendataan itu dilakukan, gepeng tersebut akan dipetakan pada beberapa lokasi yang telah ditentukan.
“Pengamen di kota juga ada kuotanya. Kalau sudah cukup, ya kita moratorium, tidak ada pengamen baru. Mereka yang sudah terdata akan ditata. Termasuk Silverman, saya ingin tidak ada lagi di Jogja. Tapi tentu kami juga akan mengupayakan alternatif pekerjaan lain agar mereka tidak terlantar,” katanya.
Hasto menyebut beberapa lokasi yang disiapkan untuk pemberdayaan gepeng tersebut, antara lain di Jalan Mangkubumi dari Tugu Pal Putih hingga Teteg Sepur Stasiun Tugu. Di sana akan ada lima titik untuk menempatkan gepeng tersebut.
Terkait anggaran, Hasto menyatakan belum bisa memastikan berapa biaya yang dialokasikan, meski dirinya berharap bisa diambil dari pos seni dan budaya dari Dana Keistimewaan (Danais).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.