JBBA 2026 Digelar Hari Ini, Apresiasi Bisnis Berkelanjutan di Jogja
JBBA 2026 hadir sebagai ajang penghargaan bisnis di Jogja dengan fokus keberlanjutan, budaya, dan dampak sosial. Penilaian berbasis riset independen.
Foto ilustrasi Zakat Digital - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja akan memberikan penghargaan khusus bagi organisasi perangkat daerah (OPD) yang paling konsisten menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Rencananya, penghargaan tersebut diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Jogja pada 7 Oktober mendatang.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa zakat memiliki posisi penting bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN di lingkup pemerintahan. Menurutnya, pegawai negara yang menerima gaji dari anggaran publik memiliki tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat.
“Zakat itu menjadi sesuatu yang amat penting karena kita digaji dengan uang rakyat. Kita bekerja melayani rakyat, maka dengan berzakat semoga bisa menutupi kekurangan kita,” kata Hasto, Selasa (23/9/2025).
BACA JUGA: Pidato Lengkap Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB
Ia menjelaskan, evaluasi penghimpunan zakat di tiap OPD akan dilakukan berdasarkan rata-rata zakat yang terkumpul, bukan semata besaran total. Hal ini untuk memberi kesempatan yang adil bagi unit kerja dengan jumlah pegawai sedikit.
“Dinas dengan jumlah pegawai besar seperti Pendidikan, belum tentu menang. Yang dinilai adalah rata-ratanya, bukan nominal paling banyak,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Jogja juga menyiapkan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi. Sertifikat ini dapat menjadi catatan prestasi tersendiri bagi pejabat struktural yang tengah meniti karier.
“Kalau ada yang berprestasi, sertifikat penghargaan itu bisa menjadi bagian dari penilaian kami, terutama bagi yang ingin naik ke eselon lebih tinggi,” kata Hasto.
Ia menegaskan, zakat yang dikelola secara baik tidak hanya bernilai ibadah, melainkan juga berdampak pada pembangunan sosial dan ekonomi di Kota Jogja. ASN, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai teladan dalam menumbuhkan budaya zakat di masyarakat.
BACA JUGA: Kinerja Tak Memuaskan, Bupati Sleman Rotasi Puluhan Pejabat Eselon III dan IV
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Jogja, Syamsul Azhari, menyebut zakat profesi ASN sebagai salah satu penopang penting dalam penguatan penghimpunan zakat. Ia mendorong setiap ASN untuk menjadi motor penggerak di lingkungan kerjanya masing-masing.
“Harapannya, semakin banyak ASN yang konsisten menyalurkan zakatnya melalui Baznas, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JBBA 2026 hadir sebagai ajang penghargaan bisnis di Jogja dengan fokus keberlanjutan, budaya, dan dampak sosial. Penilaian berbasis riset independen.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Kamis (23/7/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Pembangunan PSEL di Bawuran, Piyungan, Bantul ditargetkan mulai akhir 2026. Pemerintah mempercepat pematangan lahan hingga finalisasi pasokan sampah.
Cak Imin memastikan Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak Harlah Ke-28 PKB pada Kamis 23 Juli 2026 dan akan menyampaikan pidato.
Simak daftar rute Trans Jogja terbaru 2026 beserta tarif terkini. Jaringan layanan makin luas dengan akses antarkoridor yang semakin terintegrasi.