Proyek Kantor Dinkes Rp7,1 Miliar Mulai Dikerjakan di Siraman
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Ilustrasi vaksinasi - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul akan kembali menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada November 2025 mendatang. Adapun targetnya dapat menyasar 25.532 anak mendapatkan vaksin difteri dan tetanus.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, BIAS dilaksanakan dua kali. Yakni, pada Agustus lalu untuk 12.584 anak mengikuti vaksinasi ini.
“Untuk vaksinasi kedua BIAS dilaksanakan November mendatang,” kata Ismono, Minggu (28/9/2025).
Dia menjelaskan, untuk pelaksanaan BIAS di Agustus lalu terdiri dari vaksinasi Measles and Rubella (MR) untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Sasaran dari vaksinasi sebanyak 8.344 anak yang duduk di bangku kelas satu.
BACA JUGA: Milan vs Napoli: Skor 2-1, Rossoneri di Puncak Klasemen Serie A
Adapun vaksinasi kedua untuk anak kelas lima sebanyak 4.240 anak dengan program vaksin HPV guna pencegahan kanker serviks. “Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Rencananya program BIAS akan dilanjutkan pada November mendatang,” katanya.
Ismono menjelaskan, untuk BIAS tahap kedua ada sasaran sebanyak 25.532 anak sekolah yang diharapkan mengikuti program imunisasi. Rinciannya, sebanyak 8.344 anak yang duduk di bangku kelas satu, 8.453 anak duduk di kelas dua dan sebanyak 8.736 anak duduk di bangku kelas lima.
“Imunisasi yang ada dua, yakni untuk pencegahan penyakit defteri dan tetanus,” katanya.
Sama seperti dengan penyelenggaraan BIAS di tahap pertama, pelaksanaan pada November mendatang menargetkan capain hingga 95% dari target penerima imunisasi. “Kami yakin bisa terlampaui target ini,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, pihaknya siap mendukung dan menyukseskan program BIAS yang dijalankan oleh Dinas Kesehatan Gunungkidul. Program ini dijalankan sebagai upaya meningkatkan kekebalan tubuh pada anak sekolah agar tidak mudah terserang penyakit.
“Untuk pelaksanaan Agustus lalu, BIAS di Gunungkidul berjalan lancar. kami berharap di tahap berikutnya juga berjalan lancar,” katanya.
Menurut Nunuk, penyelenggaraan BIAS pada Agustus lalu ditargetkan sebesar 95% dari sasaran anak sekolah penerimaan vaksin. Namun, setelah pelaksanaan berakhir hasilnya melebihi target karena mencapai 97% dari target penerima vaksin yang telah ditentukan.
BACA JUGA: Jadwal Kereta Bandara YIA Xpress Senin 29 September 2025
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto berharap program BIAS dapat berjalan dengan lancar. Di sisi lain, upaya sosialisasi harus digencarkan agar tidak menimbulkan polemik di Masyarakat.
“Tujuan dari program vaksinasi untuk menjaga kekebalan tubuh anak-anak dari penyakit, makanya harus disosialiasikan dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Polres Bantul mengungkap peredaran 1.602 pil berlogo Y di Pleret dan Banguntapan. Seorang pemasok ditangkap berkat laporan warga.
Program Lumbung Mataraman di DIY menyalurkan KUR Rp9,17 miliar dan memperluas akses keuangan untuk memperkuat ekonomi kalurahan.
Empat perwira terbaik meraih Adhi Makayasa 2026. Tiga di antaranya alumni SMA Taruna Nusantara dan menerima pangkat dari Prabowo.
Dokter mengingatkan makanan pedas viral dapat mengganggu pencernaan dan tumbuh kembang anak jika dikonsumsi tanpa pengawasan
Remco Evenepoel memenangi etape 16 Tour de France 2026 dan mengukir rekor kemenangan ke-500 Belgia sepanjang sejarah balapan.