Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Ilustrasi uang. /Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahoyono mengatakan, ada pengurangan dana transfer dari Pemerintah Pusat untuk pagu anggaran di 2026. Total penyusutan anggaran ini mencapai Rp104 miliar.
“Untuk pastinya masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan [PMK]. Tapi, kalau dilihat dari jumlah memang ada pengurangan sekitar Rp104 miliar,” kata Putro saat dihubungi, Rabu (8/10/2025).
Ia tidak menampik, pendapatan milik pemkab masih didominasi dana transfer dari Pemerintah Pusat. Pasalnya, pendapatan asli daerah (PAD) yang dimiliki tidak sebesar dari dana transfer tersebut.
Adanya pengurangan ini, maka akan berdampak terhadap program kegiatan pemkab yang disusun untuk 2026. Antisipasi terhadap kebijakan tersebut, ada sejumlah langkah yang diambil agar neraca keuangan bisa seimbang antara pendapatan dengan pengeluaran.
Upaya pertama dilakukan dengan mengoptimalkan PAD yang dimiliki. Diharapkan dengan program ini maka bisa mengcover program kegiatan yang telah dicanangkan.
Di sisi lain, kata Putro, juga melakukan pencermatan terhadap rencana kegiatan yang dimiliki, khususnya untuk program belanja. Efisiensi juga diperlukan sehingga kegiatan dijalankan mengacu pada skala prioritas dan mendesak.
“Sekarang masih dalam pencermatan karena pembahasan APBD 2026 masih berlangsung dengan DPRD Gunungkidul,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntarningsih sudah menyiapkan sejumlah program prioritas yang akan dikerjakan di tahun depan. Hal ini terlihat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 yang dibahas bersama-sama dengan DPRD.
Ia menjelaskan, pembangunan daerah merupakan bagian integral dari pembangunan nasional sehingga harus ada sinkronisasi kebijakan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan kabupaten. Oleh karena itu, tema dan prioritas pembangunan kabupaten mengacu tema dan prioritas pembangunan di tingkat provinsi dan nasional.
“Tema untuk tahun depan adalah Penguatan Pondasi Pembangunan Melalui Peningkatan Derajat Pendidikan, Kesehatan, Kemandirian Ekonomi Berdasarkan Potensi Daerah yang Lestari Menuju Kesejahteraan Masyarakat,” kata Mbak Endah, sapaan akrabnya.
Menurut dia, prioritas pembangunan Kabupaten Gunungkidul di 2026 antara lain, Bocah Pinter untuk meningkatkan derajat Pendidikan di Bumi Handayani. Selanjutnya, ada Warga Sehat yang merupakan pengejawantahan dari urusan strategis di bidang kesehatan.
Di sisi lain, juga ada Tani Makmur dan UMKM Berdaya; Gunungkidul Berdikari; Pamong Nglayani dan Ngayomi. Adapun program keenam menyangkut tentang kelestarian lingkungan dalam bentuk Alam Lestari.
“Nanti akan dijabarkan secara medetail dalam APBD 2026 yang sedang dibahas dengan anggota DPRD Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Indonesia mengalahkan Korea Selatan 3-0 pada nomor beregu putra sepak takraw Asian Games 2026. Tim Merah Putih akan menghadapi Malaysia di semifinal.
Pembangunan gerai KDMP Kepuharjo, Sleman, belum berjalan karena lokasi yang diajukan masuk KRB III dan berstatus LP2B.
Warga Cokrodiningratan belajar mengolah lele menjadi keripik sebagai inovasi pangan sekaligus membuka peluang usaha rumahan.
Pesawat tempur F-16 milik Angkatan Udara AS jatuh saat hendak mendarat di Pangkalan Udara Spangdahlem, Jerman. Pilot selamat.
KPK menggeledah Kantor Pertanahan Kota Mojokerto terkait penyidikan dugaan korupsi mafia tanah ATR/BPN yang bermula dari OTT kasus HGB Summarecon.