Guru SD di Kulonprogo Wafat Saat Jalani Ibadah Haji
Jemaah haji Kulonprogo Ngadikin wafat di Makkah usai sesak napas saat umrah sunah, dimakamkan di Tanah Suci.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah titik di sisi utara Kulonprogo mengalami kekeringan meskipun kondisinya sekarang dianggap kemarau basah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo sudah melakukan droping air bersih di delapan titik yang mengalami kekeringan.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa membenarkan sudah menyalurkan air di delapan titik kekeringan. Menurutnya, dari delapan titik jumlah droping air bersih yang dilakukan sebanyak 10 tangki bersumber dari tangki milik BPBD yang totalnya ada 24.
"Dari kuota 24 sudah terpakai kurang lebih sampai dengan Oktober hari ini 10 tangki miliki BPBD sendiri," katanya kepada wartawan, Kamis (9/10/2025).
BPBD Kulonprogo sendiri memiliki cadangan air dari Baznas sebanyak 50 tangki dan dari bantuan Dinas Sosial DIY 30 tangki. Total 80 tangki air dari luar BPBD Kulonprogo itu masih utuh belum terpakai.
Sebab karena memang permintaan droping air hanya sebatas di delapan titik saja yang menelan 10 tangki sampai sekarang. "Delapan titik itu di tiga kapanewon berbeda yakni Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang," kata Budi.
Permintaan droping air sebanyak 10 tangki itu dari warga, fasilitas pendidikan sampai tempat ibadah pun ada.
Budi menuturkan, berdasarkan prediksi dari BPBD Kulonprogo seharusnya tahun ini tidak ada droping air. Itu didasari karena musim kemarau kali ini terpantau basah atau terkadang masih turun hujan.
"Kemarin kan di akhir Agustus sudah mulai hujan perkiraan kami kemungkinan tidak droping tetapi malah September sampai Oktober hujan malah makin jarang nah ini yang banyak muncul beberapa titik yang kejadian kekeringan," ucapnya.
Budi mengaku, memang ada beberapa spot yang dilakukan droping air itu bukan murni kekeringan. Misalnya seperti di Mapolsek Nanggulan contohnya yang kekeringan karena ada pemeliharaan saluran irigasi. Pemeliharaan itu mengakibatkan terjadi kekeringan di Nanggulan seperti yang dialami Polsek Nanggulan. "Kemudian di Samigaluh ada Puskesmas secara darurat dibantu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jemaah haji Kulonprogo Ngadikin wafat di Makkah usai sesak napas saat umrah sunah, dimakamkan di Tanah Suci.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.