Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bantul mencatat hingga 9 Oktober 2025 realisasi investasi di wilayahnya mencapai Rp422 miliar dari target Rp685 miliar di tahun 2025 ini.
Kepala DPMPTSP Bantul, Annihayah menjelaskan capaian tersebut masih didominasi investasi di wilayah penyangga perkotaan seperti Sewon, Kasihan, Banguntapan, dan Piyungan. Sementara, kawasan selatan Bantul belum menunjukkan pergerakan yang signifikan dalam penanaman modal.
“Kalau data dari DPMPTSP belum kelihatan pergerakannya untuk yang sisi selatan. Namun ke depan kami harapkan bisa tumbuh signifikan, karena potensinya lumayan,” ujarnya, Senin (13/10/2025).
Menurut Annihayah, banyak sektor investasi yang potensial digarap di sisi selatan Bantul. Selain pertanian dan perikanan, juga ada pariwisata, kebudayaan, infrastruktur, pangan (termasuk pertanian), pendidikan, dan industri kreatif disebut cukup menjanjikan di kawasan itu. Hanya saja prinsip pengelolaannya harus sesuai dengan ketentuan dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
"Sektor pengembangan pangan dan infrastruktur pendukung wisata, seperti rest area dan fasilitas kuliner juga masih bisa," ujarnya.
DPMPTSP, kata dia, terus mendorong pemerataan investasi melalui penerapan Peraturan Daerah No. 1/2021 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal. Insentif yang diberikan meliputi pengurangan pajak bumi dan bangunan (PBB), retribusi perizinan bangunan (PBG), hingga kemudahan akses permodalan berbunga rendah di bank daerah.
Selain itu, pemerintah juga memberikan kemudahan non-fiskal berupa pendampingan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), fasilitasi penyelesaian masalah investasi, serta dukungan promosi dan akses bahan baku bagi pelaku usaha. “Sudah ada tiga investor yang memanfaatkan insentif ini, terutama di sektor pendidikan,” kata Annihayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.