Koperasi Merah Putih Jogja Siap Produksi 65 Ribu Batik Segoro Amarto
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Warga Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, mengikuti sosialisasi pengolahan sampah dalam program Mas Jos, belum lama ini. - Istimewa/Dokumen Kelurahan Baciro
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, terus berupaya memperkuat pengolahan sampah berbasis masyarakat dengan sosialisasi dan edukasi program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos). Upaya sosialisasi terus dilakukan melalui forum pertemuan pengurus RT dan RW. Kegiatan ini menjadi upaya berkelanjutan dalam mendorong masyarakat agar mengolah sampah dari sumbernya.
Lurah Baciro, Hendra Sutrisno, menuturkan kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman perangkat wilayah terhadap pelaksanaan program Mas Jos, sekaligus memantau progres dan merekam data pelaksanaan di masing-masing RT. “Kami terus mendorong pemilahan sampah dari sumbernya dan pengolahan sampah organik secara mandiri di tingkat rumah tangga. Pemilahan yang benar sangat penting agar volume sampah yang dibawa ke depo dapat berkurang dan pengelolaan akhir menjadi lebih mudah,” katanya, Rabu (15/10/2025).
Hendra juga menekankan pentingnya pengolahan sampah organik basah secara mandiri di setiap rumah tangga. Dengan pengolahan sampah tersebut, maka jenis sampah tersebut tidak lagi dibawa transporter ke depo. Hal tersebut menurutnya akan mengurangi volume sampah yagn ditangani Pemkot Jogja secara signifikan.
Untuk mendukung gerakan tersebut, Pemerintah Kelurahan Baciro mendistribusikan bantuan sarana pilah sampah berupa ember bekas berkapasitas 25 kg ke setiap wilayah. Setiap transporter dan ketua RW masing-masing menerima dua ember yang digunakan untuk menampung hasil pilahan sampah organik basah matang dan organik mentah.
Dia juga mengimbau agar setiap rumah tangga agar menyediakan tempat pilah sampah organik di rumah masing-masing, bisa menggunakan ember atau galon bekas. “Dengan pemilahan dan pengolahan mandiri, masyarakat berkontribusi langsung dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke depo. Ini adalah langkah kecil namun berdampak besar bagi lingkungan,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.