Advertisement
DLH Kota Jogja Kembangkan Pengelolaan Sampah Organik di RTH
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja terus memperkuat upaya pengelolaan sampah organik melalui pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di berbagai wilayah.
Kepala Bidang Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja, Ahmad Haryoko, mengatakan sejumlah RTH telah menerapkan sistem pengolahan sampah organik secara mandiri.
Advertisement
“RTH yang sudah ada pengelolaannya antara lain di Jombra, Banyuwangi, Brajan, Warungboto, belakang Kecamatan Umbulharjo, Jopragan, dan Wuryo Brajan,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Haryoko menjelaskan, pengelolaan sampah organik di RTH memiliki dua tujuan utama, yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat serta memfasilitasi pengelolaan sampah di tingkat lokal. Berbagai metode diterapkan, seperti biopori, ember tumbuk, rosida, hingga penggunaan karung besar untuk proses pengomposan daun dan limbah organik lainnya.
BACA JUGA
“Selain menjadi sarana edukasi, pengolahan sampah organik di RTH juga berfungsi menyehatkan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Terkait penanganan sampah secara umum, Haryoko menyebut Kota Jogja masih terbantu oleh pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Hingga akhir tahun ini, Kota Jogja memperoleh kuota pembuangan sebanyak 3.000 ton untuk periode September–Desember 2025.
“Dari total kuota tersebut, saat ini masih tersisa kurang dari 1.000 ton,” ungkapnya.
Menurut Haryoko, kuota tersebut cukup untuk menampung sementara sampah yang dihasilkan Kota Jogja, namun tidak sebanding dengan volume sampah harian yang mencapai 260 ton per hari. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk mengolah sampah secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Pemkot Jogja telah menuntaskan pembersihan tumpukan sampah di delapan depo sampah yang sebelumnya mengalami penumpukan.
“Sekarang tinggal tiga lokasi depo yang belum 100% terkondisi. Fokus kami saat ini menyelesaikan penanganan di lima depo besar,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Ekstrem Terjang DIY, Gunungkidul Paling Terdampak
- Polda DIY Matangkan Pengamanan Lebaran Lewat Latpraops Ketupat Progo
- Zakat Fitrah 2026 di DIY Rp45.000, Baznas Jamin Tak Terkait MBG
- Tebing 25 Meter Masih Labil, Warga Sriharjo Bantul Diminta Mengungsi
- KWT di Bantul Menanti Peluang Jadi Pemasok Bahan Baku Program MBG
Advertisement
Advertisement







