Warga Terdampak TPA Piyungan Dapat BPJS Kesehatan Gratis dari Pemkab
Pemkab Bantul memberikan BPJS Kesehatan gratis bagi 544 warga terdampak TPA Piyungan sebagai bentuk perlindungan kesehatan dan kompensasi.
Foto ilustrasi lampu penerangan jalan umum yang kurang memadahi - StockCake
Harianjogja.com, BANTUL - Ribuan titik jalan di Kabupaten Bantul masih belum memiliki lampu penerangan jalan umum (PJU). Dari kebutuhan ideal sebanyak 28.000 unit, baru sekitar 12.200 lampu yang terpasang hingga saat ini.
Kepala Seksi Pembangunan Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Nanik Widarti, mengatakan bahwa pada tahun ini pemerintah telah menambah sekitar 800 unit lampu PJU yang kini sudah terpasang di berbagai wilayah.
“Tahun ini sudah ada tambahan lampu penerangan jalan umum, sekitar 800 unit, dan sudah terpasang,” ujar Nanik Senin (20/10).
Pemasangan ratusan lampu tersebut, lanjutnya, dilakukan di seluruh kapanewon yang ada di Bantul dengan dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp15 miliar.
Meski demikian, penambahan tersebut belum mampu menutupi seluruh kebutuhan. Nanik menyebut, hampir setiap kapanewon masih menghadapi kekurangan penerangan karena keterbatasan alokasi anggaran. “Hampir semua wilayah masih kekurangan lampu jalan,” katanya.
Dishub Bantul tetap menyiapkan program lanjutan untuk tahun depan. “Sekitar 500-an unit lampu PJU rencananya akan kami pasang pada tahun 2026,” terangnya.
Ia mengakui, pihaknya belum bisa memastikan kapan seluruh kebutuhan penerangan jalan yang mencapai sekitar 15.000 titik itu dapat terpenuhi. Namun, upaya penambahan secara bertahap akan terus dilakukan.
Nanik berharap pembangunan PJU bisa segera merata di seluruh ruas jalan di Bantul. Menurutnya, keberadaan lampu jalan tidak hanya membantu pengendara di malam hari, tetapi juga berperan penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Soalnya kan kecelakaan yang terjadi di malam hari banyak,” ujarnya.
Selain itu, penerangan jalan juga dianggap dapat mengurangi potensi kejahatan jalanan seperti pencurian dan pembegalan di area yang minim cahaya.
Sementara itu, Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, wilayahnya masih kekurangan banyak lampu jalan, terutama di jalur utama dan jalan provinsi.
“Masih kurang, apalagi di jalan provinsi. Di ruas Singosaren–Sampakan ada sekitar 50 titik dan di depan Pasar Imogiri ada 10 titik yang belum terpasang. Lampu PJU di jalan kabupaten juga masih kurang,” keluhnya.
Meski begitu, Susilo menyebut setiap tahun pemerintah kalurahan mendapat jatah pemasangan lampu secara bertahap. Ia berharap titik-titik yang masih gelap segera mendapat prioritas agar keamanan dan keselamatan warga semakin terjamin.
“Kalau semua titik jalan bisa diterangi, tentu risiko kecelakaan juga akan jauh berkurang,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memberikan BPJS Kesehatan gratis bagi 544 warga terdampak TPA Piyungan sebagai bentuk perlindungan kesehatan dan kompensasi.
Mesir lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026 usai imbang 1-1 lawan Iran. Gol Iran dianulir VAR di injury time.
PKB Sleman menggelar santunan anak yatim dan doa Asyura pada Muharam sebagai wujud kepedulian sosial serta memperkuat semangat berbagi kepada masyarakat.
Vivo X Fold 6 resmi rilis dengan kamera 200MP, baterai 7000 mAh, dan chip MediaTek. Ini spesifikasi lengkap dan harganya.
Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah selatan Jawa tepatnya Pacitan Jawa Timur pada Sabtu, 27 Juni 2026 sore.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,6 terasa hingga DIY. Warga Banguntapan Bantul berhamburan keluar rumah, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada.