Usai Dugaan Keracunan MBG, Seluruh Siswa SDN Kowang Pulih
Sebanyak 18 siswa SDN Kowang Bantul yang sempat diduga keracunan MBG kini kembali masuk sekolah setelah kondisi membaik.
Foto ilustrasi lampu penerangan jalan umum yang kurang memadahi - StockCake
Harianjogja.com, BANTUL - Ribuan titik jalan di Kabupaten Bantul masih belum memiliki lampu penerangan jalan umum (PJU). Dari kebutuhan ideal sebanyak 28.000 unit, baru sekitar 12.200 lampu yang terpasang hingga saat ini.
Kepala Seksi Pembangunan Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Nanik Widarti, mengatakan bahwa pada tahun ini pemerintah telah menambah sekitar 800 unit lampu PJU yang kini sudah terpasang di berbagai wilayah.
“Tahun ini sudah ada tambahan lampu penerangan jalan umum, sekitar 800 unit, dan sudah terpasang,” ujar Nanik Senin (20/10).
Pemasangan ratusan lampu tersebut, lanjutnya, dilakukan di seluruh kapanewon yang ada di Bantul dengan dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp15 miliar.
Meski demikian, penambahan tersebut belum mampu menutupi seluruh kebutuhan. Nanik menyebut, hampir setiap kapanewon masih menghadapi kekurangan penerangan karena keterbatasan alokasi anggaran. “Hampir semua wilayah masih kekurangan lampu jalan,” katanya.
Dishub Bantul tetap menyiapkan program lanjutan untuk tahun depan. “Sekitar 500-an unit lampu PJU rencananya akan kami pasang pada tahun 2026,” terangnya.
Ia mengakui, pihaknya belum bisa memastikan kapan seluruh kebutuhan penerangan jalan yang mencapai sekitar 15.000 titik itu dapat terpenuhi. Namun, upaya penambahan secara bertahap akan terus dilakukan.
Nanik berharap pembangunan PJU bisa segera merata di seluruh ruas jalan di Bantul. Menurutnya, keberadaan lampu jalan tidak hanya membantu pengendara di malam hari, tetapi juga berperan penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Soalnya kan kecelakaan yang terjadi di malam hari banyak,” ujarnya.
Selain itu, penerangan jalan juga dianggap dapat mengurangi potensi kejahatan jalanan seperti pencurian dan pembegalan di area yang minim cahaya.
Sementara itu, Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, wilayahnya masih kekurangan banyak lampu jalan, terutama di jalur utama dan jalan provinsi.
“Masih kurang, apalagi di jalan provinsi. Di ruas Singosaren–Sampakan ada sekitar 50 titik dan di depan Pasar Imogiri ada 10 titik yang belum terpasang. Lampu PJU di jalan kabupaten juga masih kurang,” keluhnya.
Meski begitu, Susilo menyebut setiap tahun pemerintah kalurahan mendapat jatah pemasangan lampu secara bertahap. Ia berharap titik-titik yang masih gelap segera mendapat prioritas agar keamanan dan keselamatan warga semakin terjamin.
“Kalau semua titik jalan bisa diterangi, tentu risiko kecelakaan juga akan jauh berkurang,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 siswa SDN Kowang Bantul yang sempat diduga keracunan MBG kini kembali masuk sekolah setelah kondisi membaik.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.