Siswa SLB Bina Siwi Bantul Juara LKSN 2026, Anas Unggul di Tata Busana
Anas Vianto, siswa SLB Bina Siwi Bantul, meraih juara I LKSN 2026 cabang tata busana setelah menjadi wakil DIY di tingkat nasional.
Foto ilustrasi lampu penerangan jalan umum yang kurang memadahi - StockCake
Harianjogja.com, BANTUL - Ribuan titik jalan di Kabupaten Bantul masih belum memiliki lampu penerangan jalan umum (PJU). Dari kebutuhan ideal sebanyak 28.000 unit, baru sekitar 12.200 lampu yang terpasang hingga saat ini.
Kepala Seksi Pembangunan Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Nanik Widarti, mengatakan bahwa pada tahun ini pemerintah telah menambah sekitar 800 unit lampu PJU yang kini sudah terpasang di berbagai wilayah.
“Tahun ini sudah ada tambahan lampu penerangan jalan umum, sekitar 800 unit, dan sudah terpasang,” ujar Nanik Senin (20/10).
Pemasangan ratusan lampu tersebut, lanjutnya, dilakukan di seluruh kapanewon yang ada di Bantul dengan dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp15 miliar.
Meski demikian, penambahan tersebut belum mampu menutupi seluruh kebutuhan. Nanik menyebut, hampir setiap kapanewon masih menghadapi kekurangan penerangan karena keterbatasan alokasi anggaran. “Hampir semua wilayah masih kekurangan lampu jalan,” katanya.
Dishub Bantul tetap menyiapkan program lanjutan untuk tahun depan. “Sekitar 500-an unit lampu PJU rencananya akan kami pasang pada tahun 2026,” terangnya.
Ia mengakui, pihaknya belum bisa memastikan kapan seluruh kebutuhan penerangan jalan yang mencapai sekitar 15.000 titik itu dapat terpenuhi. Namun, upaya penambahan secara bertahap akan terus dilakukan.
Nanik berharap pembangunan PJU bisa segera merata di seluruh ruas jalan di Bantul. Menurutnya, keberadaan lampu jalan tidak hanya membantu pengendara di malam hari, tetapi juga berperan penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Soalnya kan kecelakaan yang terjadi di malam hari banyak,” ujarnya.
Selain itu, penerangan jalan juga dianggap dapat mengurangi potensi kejahatan jalanan seperti pencurian dan pembegalan di area yang minim cahaya.
Sementara itu, Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, wilayahnya masih kekurangan banyak lampu jalan, terutama di jalur utama dan jalan provinsi.
“Masih kurang, apalagi di jalan provinsi. Di ruas Singosaren–Sampakan ada sekitar 50 titik dan di depan Pasar Imogiri ada 10 titik yang belum terpasang. Lampu PJU di jalan kabupaten juga masih kurang,” keluhnya.
Meski begitu, Susilo menyebut setiap tahun pemerintah kalurahan mendapat jatah pemasangan lampu secara bertahap. Ia berharap titik-titik yang masih gelap segera mendapat prioritas agar keamanan dan keselamatan warga semakin terjamin.
“Kalau semua titik jalan bisa diterangi, tentu risiko kecelakaan juga akan jauh berkurang,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anas Vianto, siswa SLB Bina Siwi Bantul, meraih juara I LKSN 2026 cabang tata busana setelah menjadi wakil DIY di tingkat nasional.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.