KAI Daop 6 Jogja Tutup 38 Perlintasan Liar demi Keselamatan
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Ilustrasi saluran - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja mengebut pengerjaan revitalisasi Saluran Air Hujan (SAH) di Jalan Prof. Dr. Soepomo saat memasuki musim penghujan.
Kepala DPUPKP Kota Jogja, Umi Akhsanti menuturkan revitalisasi SAH tersebut dilakukan untuk mengantisipasi genangan air di sekitar Jl. Prof. Dr. Soepomo yang berpotensi menyebabkan banjir di Pandeyan dan Warungboto.
Umi menuturkan setiap tahun kawasan tersebut kerap banjir, karena itu, revitalisasi SAH di jalan tersebut dilakukan untuk mengantispasi kejadian serupa tahun ini. "Alhamdulillah tahun ini DPUPKP Kota Jogja dapat menangani,” katanya, Jumat (24/10/2025).
Dalam revitalisasi tersebut, DPUPKP Kota Jogja membangun saluran drainase baru dengan menggunakan box culvert sepanjang 800 meter. Saluran drainase baru tersebut terhampar mulai dari simpang empat Babaran hingga SDN Glagah. Umi menyebut penggunaan box culvert dipilih untuk mempercepat proses pengerjaan saluran drainase tersebut. Revitalisasi SAH tersebut ditargetkan rampung pada 15 Desember 2025.
“Setelah dipasang dan ditutup, jalan bisa segera digunakan kembali. Kami sudah menggunakan metode yang paling cepat untuk pembangunan drainase,” katanya.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPUPKP Kota Jogja, Rahmawan Kurniadi menjelaskan saat ini telah membangun saluran drainase hingga sekitar 230 meter dari target 800 meter saluran drainase yang akan dibangun tahun ini.
Kurniadi menuturkan ke keberadaan jaringan PDAM dan saluran limbah di bawah permukaan jalan di Kota Jogja menjadi tantangan dalam pekerjaan drainase tersebut.
“Di bawah jalan-jalan besar di Kota Jogja, termasuk Jl. Veteran dan Jl. Prof. Dr. Soepomo memang banyak saluran baik air hujan maupun limbah. Ada saluran [limbah] induknya yang cukup besar, diameternya bisa mencapai 60 sentimeter jadi pekerja harus hati-hati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.