Advertisement
SPPG Margomulyo Akan Kurangi Jumlah Penerima Manfaat
Contoh menu Makan Bergizi Gratis, lengkap dengan susu kotak. - dok - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo berencana mengurangi jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dilakukan agar pelayanan lebih maksimal dan lancar.
Kepala SPPG Margomulyo Seyegan, Joni Prasetyo, mengatakan petunjuk teknis (juknis) baru yang belum lama ini ia dapat mengatur tentang jumlah penerima manfaat program MBG. Maksimal hanya boleh 3.000 orang.
Advertisement
Pembagian penerima manfaat saat ini memang belum bisa dilakukan lantaran ketiadaan dapur lain di Kapanewon Seyegan.
“SPPG Margomulyo masih melayani 3.500 penerima manfaat. Operasionalnya sudah sejak 4 Agustus 2025,” kata Joni dihubungi, Kamis (6/11/2025).
Joni menambahkan ada penilaian khusus sebagai penentu pemberian jumlah penerima manfaat dalam satu dapur. Indikator penilaian tersebut, antara lain fasilitas kelayakan dapur, kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga ketaatan menjalankan standar operasional prosedur (SOP).
Di SPPG Margomulyo, ia bersiap selama sekitar satu bulan untuk melatih SDM secara skill praktis dan wawasan SOP, termasuk untuk menyiapkan sarana-prasarana.
Adapun proses memasak dilakukan sejak pukul 01.00 WIB sebelum dilakukan pemorsian pukul 07.00 WIB. Semua tahapan dijalankan dengan SOP ketat mulai persiapan memasak hingga makanan terjadi di meja pelajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Advertisement








