Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran di Sleman, Kejadian Capai 61 Kasus
Kebakaran di Sleman melonjak saat musim kemarau. Hingga 14 September 2026 tercatat 61 kejadian, mayoritas merupakan kebakaran lahan.
Foto ilustrasi makanan cepat saji. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Industri makanan menjadi sektor unggulan di Sleman dengan kontribusi investasi Rp43,3 miliar hingga triwulan III 2025.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa industri makanan menduduki peringkat kedelapan sebagai penyumbang terbesar realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Kepala DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih, mengatakan ada 23 sektor investasi di Bumi Sembada. Industri makanan menempati posisi kedelapan sebagai penyumbang terbesar realisasi investasi.
“Industri ini masih memiliki prospek yang bagus seiring dengan perkembangan inovasi di bidang kuliner dan pusat oleh-oleh untuk memenuhi permintaan masyarakat dan wisatawan,” kata Triana, ditemui di RR Paripurna DPRD Sleman, Senin (10/11/2025).
Dari triwulan I hingga triwulan III, industri makanan telah menyumbang Rp43,3 miliar dengan serapan tenaga kerja 109 orang dari 99 proyek investasi. Sektor ini masih belum memasukkan sektor hotel dan restoran yang juga mendukung kegiatan kuliner.
Hingga triwulan III 2025, realisasi investasi sektor hotel dan restoran, baik penanaman modal asing (PMA) maupun PMDN, mencapai Rp138,2 miliar dengan serapan tenaga kerja 728 orang.
“Industri makanan ini akan terus berkembang melalui fasilitasi Pemerintah Kabupaten Sleman dengan penguatan ekonomi lokal, antara lain melalui pelatihan kewirausahaan, kemitraan usaha, akses permodalan, fasilitasi legalitas usaha, dan peningkatan kualitas melalui pendampingan keamanan pangan,” katanya.
Potensi penerimaan pajak dari sektor makanan dan minuman juga tinggi di Sleman. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Abu Bakar, mengatakan capaian pajak daerah dari sektor makanan dan minuman sejak awal tahun hingga Oktober 2025 mencapai Rp159,9 miliar dari target setelah APBD Perubahan Rp202,1 miliar.
Dari capaian itu, restoran, kafe, dan sejenisnya menyumbang nilai paling banyak Rp150 miliar, dan penyedia jasa boga atau katering Rp9,9 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran di Sleman melonjak saat musim kemarau. Hingga 14 September 2026 tercatat 61 kejadian, mayoritas merupakan kebakaran lahan.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Musim hujan diperkirakan mundur akibat El Nino. Pakar UGM meminta petani menyesuaikan kalender tanam dan memperkuat diversifikasi pangan.
Wellnesia mengembangkan wellness tourism di Jogja dengan memadukan aktivitas kesehatan, budaya Jawa, komunitas, dan kepedulian terhadap alam.
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.