Sleman Jadi Percontohan, Jip Merapi Terapkan KTA dan Barcode
Wisata jip Merapi Sleman kini gunakan barcode dan KTA. Sistem ini tingkatkan keamanan, transparansi, dan layanan wisata.
Foto ilustrasi makanan cepat saji. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Industri makanan menjadi sektor unggulan di Sleman dengan kontribusi investasi Rp43,3 miliar hingga triwulan III 2025.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa industri makanan menduduki peringkat kedelapan sebagai penyumbang terbesar realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Kepala DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih, mengatakan ada 23 sektor investasi di Bumi Sembada. Industri makanan menempati posisi kedelapan sebagai penyumbang terbesar realisasi investasi.
“Industri ini masih memiliki prospek yang bagus seiring dengan perkembangan inovasi di bidang kuliner dan pusat oleh-oleh untuk memenuhi permintaan masyarakat dan wisatawan,” kata Triana, ditemui di RR Paripurna DPRD Sleman, Senin (10/11/2025).
Dari triwulan I hingga triwulan III, industri makanan telah menyumbang Rp43,3 miliar dengan serapan tenaga kerja 109 orang dari 99 proyek investasi. Sektor ini masih belum memasukkan sektor hotel dan restoran yang juga mendukung kegiatan kuliner.
Hingga triwulan III 2025, realisasi investasi sektor hotel dan restoran, baik penanaman modal asing (PMA) maupun PMDN, mencapai Rp138,2 miliar dengan serapan tenaga kerja 728 orang.
“Industri makanan ini akan terus berkembang melalui fasilitasi Pemerintah Kabupaten Sleman dengan penguatan ekonomi lokal, antara lain melalui pelatihan kewirausahaan, kemitraan usaha, akses permodalan, fasilitasi legalitas usaha, dan peningkatan kualitas melalui pendampingan keamanan pangan,” katanya.
Potensi penerimaan pajak dari sektor makanan dan minuman juga tinggi di Sleman. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Abu Bakar, mengatakan capaian pajak daerah dari sektor makanan dan minuman sejak awal tahun hingga Oktober 2025 mencapai Rp159,9 miliar dari target setelah APBD Perubahan Rp202,1 miliar.
Dari capaian itu, restoran, kafe, dan sejenisnya menyumbang nilai paling banyak Rp150 miliar, dan penyedia jasa boga atau katering Rp9,9 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata jip Merapi Sleman kini gunakan barcode dan KTA. Sistem ini tingkatkan keamanan, transparansi, dan layanan wisata.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.