Kemenag Kulonprogo Bekali Juleha dengan 10 Kompetensi Halal
Kemenag Kulonprogo menggelar pelatihan Juleha berbasis kompetensi untuk meningkatkan keterampilan penyembelihan sesuai syariat Islam.
Ilustrasi Ibadah Haji - StockCake
Harianjogja.com, KULONPROGO—Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, mengungkapkan proses panjang yang harus ditempuh dalam mewujudkan embarkasi haji Kulonprogo yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026. Dorongan kuat dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menjadi salah satu faktor yang membuat Komisi VIII terus mengupayakan agar rencana tersebut terealisasi.
“Sri Sultan di belakang layar benar, kami di Komisi VIII berusaha menggolkan itu,” kata Singgih kepada wartawan, Minggu (23/11/2025).
Ia menjelaskan, untuk saat ini layanan embarkasi haji Kulonprogo masih memanfaatkan fasilitas hotel. Ke depan, Pemda DIY tetap memiliki peluang membangun asrama haji, meskipun hal itu diperkirakan baru bisa dipertimbangkan beberapa tahun mendatang.
“Usaha Komisi VIII yang dorong dan Pemda DIY. Kalau ada yang mengklaim jasanya, tertawakan saja. Kerja juga tidak,” ujarnya.
Menurut Singgih, bila operasional embarkasi berjalan lancar dalam empat hingga lima tahun ke depan dan jumlah jamaah semakin ramai, penggunaan asrama haji bisa saja dilakukan. Kehadiran embarkasi haji di Kulonprogo, lanjutnya, akan mendorong aktivitas ekonomi lokal karena operasionalnya berlangsung sekitar 20 hari dan memberi dampak langsung bagi perputaran uang di masyarakat.
Singgih yang juga menjabat Ketua Panitia Kerja (Panja) pengembangan embarkasi haji Kulonprogo mengatakan, rencana awal sebenarnya menggunakan asrama haji. Namun pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan waktu lama sehingga tidak memungkinkan untuk segera digunakan.
“Kemarin rencananya memang mau bangun Asrama Haji, tapi karena prosesnya lama, akhirnya kami bersama Kemenag memutuskan menyetujui sistem embarkasi berbasis hotel sebagai solusi cepat dan inovatif. Alhamdulillah sudah kita setujui, Pak Menteri juga setuju,” jelasnya.
Ia menegaskan, momentum hadirnya embarkasi haji Kulonprogo harus dimaksimalkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenag Kulonprogo menggelar pelatihan Juleha berbasis kompetensi untuk meningkatkan keterampilan penyembelihan sesuai syariat Islam.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.