Harga Avtur Naik, Travel Nur Ramadhan Tetap Berangkatkan 167 Jemaah
Kenaikan harga avtur menahan minat umrah. Namun, Travel Nur Ramadhan tetap memberangkatkan 167 pekerja Surya Grup dari YIA sebagai reward.
Foto ilustrasi banjir. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO - BPBD Kulonprogo mengingatkan warga di kawasan selatan seperti Wates dan Panjatan untuk menjaga kebersihan saluran air guna mengantisipasi banjir saat hujan deras.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mengimbau untuk masyarakat melakukan pemeliharaan saluran air. Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto mengatakan, imbauan tersebut sudah disampaikan ke masyarakat melalui berbagai kanal informasi.
Menurutnya, saluran air harus bersih jangan sampai ada tumpukan sampah atau daun-daun yang menghambat aliran air. "Kami berharap yang di lingkungan permukiman masing-masing warga dicek kebersihan dan keandalan saluran air," katanya saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).
Selain itu, kondisi cuaca akan terus dipantau sehingga bisa memberikan informasi yang memadai kepada warga yang daerahnya rawan banjir. Eko menilai, penyebab utama kebanjiran di Kulonprogo bagian selatan selalu karena meluapnya air di saluran. Aliran air yang tidak baik menimbulkan banyak genangan di permukiman warga. "Ketika drainase lancar semua, air mengalir sampai ke hilir bisa tidak terjadi banjir atau genangan," ucapnya.
Pusdalops BPBD Kulonprogo juga akan memantau tinggi muka air Sungai Serang. Terutama ketika hujan lantaran itu penting agar bisa memantau kondisi riil yang terjadi. Pasalnya, ketika Sungai Serang meluap biasanya akan terjadi genangan di sejumlah titik. "Langganan banjir biasanya kawasan sekitar Panjatan, Bugel, Depok, Krembangan," ujarnya.
Sedangkan untuk di Wates lokasi yang berdekatan dengan aliran sungai sangat rentat mengalami banjir. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa menambahkan, SK status tanggap darurat bisa saja diperpanjang. Pasalnya, SK tersebut habis per 23 November 2025 kemarin yang berlaku sejak 10 November 2025.
"Rata-rata ada empat kejadian kebencanaan hidrometeorologi yang dilaporkan setiap harinya akibat hujan," ujarnya.
Menurutnya kondisi tersebut menjadi faktor penyebab yang paling memungkinkan status tanggap darurat diperpanjang lagi. Apalagi sekarang belum mencapai titik puncak musim penghujan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan harga avtur menahan minat umrah. Namun, Travel Nur Ramadhan tetap memberangkatkan 167 pekerja Surya Grup dari YIA sebagai reward.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.