APBD DIY 2027 Disepakati, Belanja Daerah Capai Rp4,93 Triliun
DPRD dan Pemda DIY menyepakati KUA-PPAS 2027 dengan target pendapatan Rp4,8 triliun dan belanja daerah Rp4,93 triliun.
Lurah Gowongan, Tika Andriatiavita menunjukkan buku “Serunya Pilah Sampah di Rumah Mas Jos” di Kantor Kelurahan Gowongan, Jumat (28/11/2025). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Buku “Serunya Pilah Sampah di Rumah Mas Jos” resmi dirilis Kelurahan Gowongan untuk membantu anak usia dini mengenal pemilahan sampah secara menyenangkan.
Inovasi ini disiapkan untuk memudahkan pemahaman tentang pemilahan sampah sejak usia PAUD dengan pendekatan visual dan cerita sederhana. Buku tersebut dirancang sendiri oleh Kelurahan Gowongan dan akan dibagikan ke seluruh sekolah PAUD di wilayah itu.
Materinya disederhanakan agar anak-anak bisa memahami perbedaan sampah organik dan anorganik melalui contoh sehari-hari, seperti sisa sayur, kulit buah, hingga jenis plastik tertentu. Buku ini diluncurkan pada Rabu (26/11/2025) lalu.
“Kami membuat karena ingin memperkenalkan pemilahan ini untuk anak-anak usia PAUD. Jadi kami menyusun buku cerita bergambar yang akan didistribusikan ke masing-masing PAUD di Gowongan,” kata Lurah Gowongan, Tika Andriatiavita, Jumat (28/11/2025).
Tika menjelaskan bahwa konsep buku cerita dipilih karena anak-anak PAUD terbiasa dengan kegiatan mendongeng. Melalui visual yang berwarna dan alur cerita ringan, pemahaman tentang Mas Jos diharapkan dapat tertanam secara alami.
“Kenapa cerita bergambar? Karena ada kebiasaan mendongeng di PAUD. Jadi kami memasukkan tentang Mas Jos dan pemilahan sampah secara sederhana dengan harapan generasi berikutnya di Gowongan sudah terbiasa memilah sampah,” ujarnya.
Ia mengatakan langkah ini diharapkan dapat mengubah pola pikir anak-anak dari sekadar membuang sampah pada tempatnya menjadi memilah sesuai jenisnya. Sosialisasi program Mas Jos juga terus digencarkan, bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga masyarakat dewasa di Gowongan.
“Kami juga menyosialisasikan pengelolaan sampah organik dan anorganik kepada warga pada umumnya. Ada banyak sarana seperti biopori jumbo, takakura, ember pengolahan, hingga off-taker yang setiap hari bisa mengambil sampah organik,” katanya.
Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan sampah harus berlangsung terus-menerus tanpa menunggu momentum khusus. Dengan berbagai fasilitas dan saluran edukasi yang sudah ada, Kelurahan Gowongan berharap partisipasi warga dalam mendukung program Mas Jos yang digagas Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, semakin meningkat di semua kalangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD dan Pemda DIY menyepakati KUA-PPAS 2027 dengan target pendapatan Rp4,8 triliun dan belanja daerah Rp4,93 triliun.
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Bareskrim mengungkap korban TPPO bermodus rekrutmen tentara bayaran Rusia berasal dari kalangan sipil hingga mantan anggota TNI dan Polri.
Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menjabat Kapolda Jateng sejak Oktober 2026. Rekam jejaknya di BNN kini disorot setelah polemik penggeledahan ponpes.
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$3,36 miliar pada September 2026. BI menilai capaian ini memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.