Akses Wisata Banyak Rusak, DPRD Kulonprogo Dorong Promosi Diperluas
DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab membenahi akses jalan wisata dan memperkuat promosi luar daerah untuk meningkatkan kunjungan.
Pantai Trisik Kulonprogo - ist/Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Kulonprogo 2026 telah disepakati eksekutif dan legislatif, dan kini menunggu penetapan dalam bentuk peraturan daerah (Perda). Namun, defisit RAPBD meningkat tajam dari sekitar Rp19 miliar menjadi sekitar Rp60 miliar.
Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifudin, menjelaskan bahwa pembengkakan defisit dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya penurunan pendapatan daerah. Pada saat yang sama, belanja daerah juga mengalami kenaikan dibandingkan penyampaian awal beberapa waktu lalu.
“Belanja daerah saat penyampaian sebesar sekitar Rp1,5 triliun bertambah sebesar Rp102,5 miliar sehingga menjadi sebesar Rp1,6 triliun,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Aris merinci bahwa belanja daerah tersebut mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer. Kenaikan belanja inilah yang turut mendorong membengkaknya defisit. Selain itu, penurunan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk Kulonprogo sebesar Rp117 miliar juga menjadi faktor signifikan.
Ia menekankan perlunya penganggaran yang fokus pada proyek-proyek strategis agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Serta berupaya mendapatkan alokasi pembangunan yang didanai APBN. Untuk itu, DPRD mendorong Pemkab Kulonprogo agar membuat kajian, DED, dan RAB untuk infrastruktur yang urgent sehingga bisa diajukan ke pemerintah pusat,” jelas Aris.
Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, memaparkan pendapatan daerah pada 2026 diproyeksikan sebesar Rp1,560 triliun. Jumlah ini berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp424,085 miliar, pendapatan transfer Rp1,108 triliun, dan pendapatan sah lainnya Rp28,694 miliar.
Adapun belanja daerah mencapai Rp1,621 triliun, yang terdiri dari belanja operasi Rp1,334 triliun, belanja modal Rp110,274 miliar, belanja tidak terduga Rp4 miliar, serta belanja transfer Rp172,315 miliar.
“Terjadi defisit sebesar Rp60,530 miliar karena belanja daerah lebih besar dari pendapatan daerah,” tandas Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab membenahi akses jalan wisata dan memperkuat promosi luar daerah untuk meningkatkan kunjungan.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.
Komisi D DPRD Sleman meminta rencana tarif parkir Lapangan Beran dikaji ulang karena dikhawatirkan mengurangi akses masyarakat.
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Kebiasaan mengorok pada orang dengan obesitas perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan OSA dan meningkatkan risiko fibrilasi atrium.