Pameran Karya Siswa Warnai Pembagian Rapor di SMP Stella Duce 2 Jogja
Pameran karya siswa SMP Stella Duce 2 Jogja mewarnai pembagian rapor, menjadi ruang apresiasi bakat, kreativitas, dan pendidikan karakter.
Warga Kota Jogja bersepeda di Jl. Malioboro dalam pelaksanaan uji coba Malioboro full pedestrian pada Senin (1/12/2025). /Harian Jogja-Stefani Yulindriani.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja kembali menerapkan Malioboro full pedestrian pada 1–2 Desember 2025. Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, Dishub menyiapkan 12 kantong parkir di kawasan sekitar Malioboro.
Ketersediaan kantong parkir ini menjadi upaya Pemkot Jogja mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan dan mobilitas warga selama uji coba berlangsung. Jarak setiap kantong parkir yang berkisar 200 meter dari Malioboro dinilai masih ideal, karena dapat ditempuh dengan berjalan kaki maupun kendaraan ramah lingkungan seperti becak dan andong.
Selain pengaturan parkir, akses kendaraan bermotor pribadi di area Malioboro ditutup total. Pelaku usaha dan warga pemilik kartu pass tetap dapat melintas untuk kebutuhan bongkar muat. Pemkot Jogja menyebut evaluasi lanjutan akan dilakukan sebelum mengambil keputusan penerapan permanen.
Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho mengatakan ada 12 kantong parkir yang disediakan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama Malioboro full pedestrian tersebut. Lokasi kantong parkir tersebut beberapa berjarak ratusan meter dari Malioboro.
“Lokasi-lokasi ada yang berjarak sekitar 200 meter dari Malioboro, sehingga masih dapat ditempuh dengan jalan kaki atau menggunakan kendaraan ramah lingkungan yang ada,” katanya, Senin (1/12/2025).
Lokasi tempat parkir tersebut yaitu di TKP Senopati, Ngabean, TKP II Malioboro, TKP Beskalan, TKP Ketandan, Menara Kopi, dan Kawasan Parkir Sriwedani. Kemudian ada TKP untuk motor Jl. Limaran, Jl. Secodiningratan, dani Kantor Pos Besar Jogja. Selain itu ada pula tempat parkir untuk motor di Gedung Telkomsel Jl. Pangurakan, dan tempat parkir motor bertingkat di depan PKU Muhammadiyah Jl. KH. Ahmad Dahlan.
“Semua area itu jarak ke Malioboro maksimal 200-an meter, sehingga dapat diakses dengan jalan kaki, becak, atau andong,” katanya.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, Fitria Dyah Anggraeni selama Malioboro full pedestrian, Jl. Malioboro tidak dapat dilintasi kendaraan bermotor pribadi. Sementara kendaraan pelaku usaha dan warga dapat melintas menggunakan kartu pass.
“Kartu pas ini tidak hanya untuk akses keluar-masuk sehari-hari, tetapi juga menjadi kunci utama bagi pelaku usaha yang membutuhkan proses bongkar muat barang,” katanya.
Meski begitu, menurutnya, Pemkot Jogja akan kembali mengevaluasi penerapan uji coba Malioboro full pedestrian tersebut nantinya. Dia pun belum dapat memastikan kapan penerapan Malioboro full pedestrian secara permanen akan dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pameran karya siswa SMP Stella Duce 2 Jogja mewarnai pembagian rapor, menjadi ruang apresiasi bakat, kreativitas, dan pendidikan karakter.
Gus Miftah dan Gus Yusuf Macul Langit mengisi pengajian di Bantul untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol, judol, dan investasi ilegal.
Kekeringan Jawa Tengah melanda Klaten, Pemalang, dan Boyolali. Ribuan warga terdampak, BNPB salurkan bantuan air bersih.
Menkop Ferry Juliantono mematangkan model bisnis Koperasi Merah Putih. Ribuan gerai telah rampung dan disiapkan menyalurkan barang subsidi.
Dokter menjelaskan penyakit rematik jantung akibat infeksi radang tenggorokan dapat memicu kebocoran katup jantung hingga belasan tahun kemudian.
Guru Besar UMY menilai pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan harus dilakukan dengan membangun ekosistem perlindungan yang menyeluruh.