Kematian Ibu dan Bayi di Bantul Menurun, Dinkes Perkuat Deteksi Dini
Angka kematian ibu dan bayi di Bantul hingga Mei 2026 menurun dibanding tahun lalu. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pemantauan kehamilan berisiko.
Ilustrasi rekening nasabah bank. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Puluhan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Bantul mengajukan penyanggahan untuk mengaktifkan kembali bantuan sosial (bansos) mereka yang terblokir akibat terdeteksi terlibat akses judi online. Aduan tersebut mulai mengalir ke Dinas Sosial setempat sejak penghentian bansos diberlakukan pada pencairan terakhir September 2025 lalu.
Plt. Sekretaris Dinas Sosial Bantul, Tatik Windari menjelaskan, sejumlah KPM yang merasa tidak pernah mengakses aplikasi judi online dipersilakan melakukan klarifikasi melalui aplikasi resmi Kemensos. Mekanisme ini dapat dibantu oleh pendamping sosial di wilayah masing-masing.
“Nantinya pendamping sosial membuat laporan sosial apabila yang bersangkutan betul-betul tidak melakukan judi online atau identitasnya digunakan orang lain,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Tatik menyebut setidaknya 21 KPM sudah melapor ke pihaknya terkait penghentian bansos karena indikasi judi online. Namun tindak lanjut dari Kemensos masih nihil. “Hasilnya kami masih belum menerima balasan dari Kemensos, tapi diupayakan agar cepat pulih kembali,” katanya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Bantul, Tri Galih Prasetya menyatakan, total ada sebanyak 7.001 KPM di DIY yang diblokir bansosnya akibat pemanfaatan yang tidak sesuai peruntukan berdasarkan laporan Dinas Sosial DIY. Khusus Bantul, terdapat 1.711 KPM yang terdampak penghentian bansos karena terindikasi mengakses judi online.
“Data itu berasal dari laporan Kemensos. Kemensos melakukan pemadanan dengan PPATK, sehingga NIK yang digunakan untuk mengakses aplikasi judi online bisa terdeteksi,” katanya.
Galih menyebut puluhan KPM di Bantul telah mengajukan penyanggahan karena merasa tidak pernah terlibat judi online. Namun hingga kini Dinsos Bantul belum mengetahui rincian identitas 1.711 KPM tersebut. “Kami belum mendapatkan by name dan by address. Karena itu kami bersurat ke Gubernur DIY melalui Bupati Bantul agar bisa ditindaklanjuti,” ucapnya.
Di Bantul, jumlah penerima bansos aktif mencapai 54.000 KPM. Sementara bansos yang dihentikan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS), Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angka kematian ibu dan bayi di Bantul hingga Mei 2026 menurun dibanding tahun lalu. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pemantauan kehamilan berisiko.
SDN Kandangan 2 Sleman akhirnya mendapat dua siswa baru pada SPMB 2026. Sekolah masih membuka pendaftaran karena kuota belum terpenuhi.
Festival Layang-Layang Forda DIY 2026 di Imogiri siap meriahkan Bantul dengan tiga kategori lomba dan peserta dari berbagai daerah di DIY.
Pemerintah membantah demo dukung MBG dikondisikan. BGN fokus membenahi tata kelola program dan menargetkan efisiensi anggaran hingga Rp3 triliun.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 25 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan perjalanan sejak pagi hingga malam.
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.