Riset Fenomena Api Seyegan Rampung, BPBD Serahkan Hasil ke Keluarga
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Pembuangan sampah open dumping. - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman melakukan sejumlah persiapan untuk mendukung program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Meski tak menanggung beban angsuran pembangunan PSEL, daerah tetap terlibat dalam penyiapan lahan, pembangunan jalan hingga penyediaan air bersih.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Sugeng Riyanta menegaskan dalam program PSEL, Pemkab Sleman tidak dibebani angsuran anggaran dalam investasi PSEL. Akan tetapi, daerah diberi tugas untuk memastikan kesiapan lahan dan sejumlah sarana pendukung.
"Pembangunan PSEL, daerah tidak dibebankan angsuran anggaran. Daerah hanya menanggung untuk kesiapan lahan, infrastruktur pendukung dan kesiapan pengumpulan atau pengangkutan sampah sampai ke lokasi PSEL," kata Sugeng pada Selasa (2/12/2025).
Adapun lokasi calon lahan PSEL Kabupaten Sleman, Kota Jogja dan Kabupaten Bantul terletak di lahan eks KPBU TPA Piyungan. Luas lahan tersebut mencapai 5,7 hektare yang akan terbagi menjadi tiga sertifikat. Status kepemilikan lahan tersebut merupakan Aset Pemda DIY.
Pada tahap awal, lahan di atas nantinya kata Sugeng perlu untuk ditata sebelum dibangun PSEL. Pemkab Sleman lanjut Sugeng juga harus menyiapkan akses jalan menuju PSEL.
"Lahan eksisting saat ini perlu ditata untuk siap dibangun konstruksinya. Infrastruktur lain berupa akses jalan dan ketersediaan air bersih," ucapnya.
Ihwal nominal anggaran yang digelontorkan untuk proses penyiapan lahan hingga infrastruktur penunjang, Sugeng bilang jumlah anggaran tersebut masih dihitung. Selain itu, kata dia perhitungan anggaran ini juga membutuhkan kesepakatan dari Pemkab Bantul, Pemkot Kota Jogja dan Pemprov DIY.
"Kebutuhan anggaran sedang dihitung dan perlu kesepakatan dengan Bantul, Kota Jogja, termasuk Pemprov DIY terkait dengan status jalan," katanya.
Rencananya, timbulan sampah dari Kabupaten Sleman yang akan diolah di PSEL mencapai 450 ton sampah per hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.