Advertisement
Suporter PSIM Jogja Kian Dewasa, Liana Tasno: Saya Terharu
Direktur Utama PSIM Jogja Liana Tasno saat acara Guyub Sedulur bersama awak media di PSIM Store, Baciro, Jogja, pada Kamis (15/1/2026) - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM Jogja mengapresiasi perubahan sikap suporter yang dinilai semakin dewasa. Pendukung setia ini dinilai semakin dewasa dan konsisten memberikan dukungan positif, meski tim tidak selalu meraih hasil maksimal di lapangan.
Direktur Utama PSIM Jogja, Liana Tasno, mengungkapkan rasa harunya saat menyaksikan langsung atmosfer di stadion. Perubahan itu ia rasakan ketika PSIM ditahan imbang PSBS Biak dengan skor 2-2 dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, akhir Desember 2025 lalu.
Advertisement
Menurut Liana, reaksi suporter saat ini jauh lebih bijak dibandingkan saat klub masih berkompetisi di Liga 2. Kala itu, hasil yang kurang memuaskan sering kali memicu reaksi berlebihan dari tribun.
“Waktu kemarin hasilnya draw itu, PSIM tetap dinyanyiin dan didukung. Padahal lawannya juga tim yang peringkatnya di bawah PSIM. Di situ saya terharu karena saya melihat ada perubahan perilaku suporter PSIM secara keseluruhan,” kata Liana, Kamis (15/1/2026).
BACA JUGA
Representasi Sepak Bola DIY
Liana menegaskan bahwa sikap dewasa tersebut sejalan dengan visi manajemen. Ia menekankan bahwa PSIM Jogja bukan sekadar milik individu, melainkan representasi kebanggaan sepak bola DIY yang telah lama dinantikan kembali ke kasta tertinggi nasional.
“Ini bukan bicara tentang individu, tapi ini sepak bola yang mewakili DIY yang kita cintai bersama. Dengan hasil apa pun harusnya tetap didukung, apalagi PSIM sudah terlalu lama di Liga 2 dan sekarang ada di kasta tertinggi yang membanggakan secara nasional,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan publik agar tidak melupakan perjalanan panjang selama 18 tahun di kasta kedua. Liana berpendapat, energi negatif di tribun justru dapat menjadi beban tambahan bagi mentalitas klub yang sedang berjuang.
Lampaui Target di Klasemen Super League
Hingga paruh musim, PSIM Jogja menunjukkan performa impresif dengan bertengger di posisi enam besar klasemen sementara Super League. Pencapaian ini melampaui performa tim promosi lainnya, seperti Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Persijap Jepara.
Liana sempat mengenang pengalaman pahit masa lalu, saat manajemen mendapat hujatan hingga lemparan botol dari oknum suporter. Namun, ia memilih tetap bertahan dengan keyakinan dan pola pikir positif.
“Dalam kondisi seberat apa pun, di hati saya selalu yakin PSIM bisa. Besoknya keluar rilis ‘sapu bersih’, dan benar menang semua. Dari situ saya percaya aura dan mindset positif itu penting,” ucapnya.
Daya Tarik bagi Generasi Muda
Perubahan budaya di tribun ini diharapkan menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk kembali memenuhi stadion. Liana secara khusus memberikan apresiasi kepada gerakan Gate 9-10 yang konsisten menyajikan dukungan kreatif melalui nyanyian lantang.
Bagi manajemen, atmosfer yang kondusif di Stadion Sultan Agung membuat pengalaman menonton sepak bola menjadi lebih menyenangkan dan aman bagi semua kalangan.
“Saya berharap ini jadi penyegar. Anak-anak muda bisa mikir, nonton ke stadion sekarang lebih seru, bisa nyanyi bareng, bikin konten, dan bersenang-senang. Keramaian tribun itu yang benar-benar kami harapkan dari sisi manajemen,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Kulonprogo Genjot Pembukaan Jalan Baru di Perbukitan Menoreh
- PUKAT UGM: KUHAP Tak Atur Penampakan Tersangka dalam Konferensi Pers
- Disnakertrans Bantul Temukan Pelanggaran UMK 2026 saat Sidak
- Bantul Kucurkan Rp22,3 M untuk BOP dan BOSDA PAUD
- Gelar Musda, ISMAYA DIY Teguhkan Peran Jaga Keistimewaan Jogja
Advertisement
Advertisement





