Advertisement
Program Sapa Bantul Sasar Bantuan Pangan untuk 1.000 Keluarga Miskin
Ilustrasi beras / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Upaya pengentasan kemiskinan di Bantul terus diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga rentan. Pada tahun anggaran 2026, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul menyiapkan bantuan pangan melalui program Sambung Pangan Bantul (Sapa Bantul) bagi 1.000 keluarga penerima manfaat (KPM), dengan skema bantuan sembako berbasis warung tetangga.
Kepala Seksi Pengelolaan Bansos dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Bantul, Jazim Ahmadi, menyebutkan bahwa program ini menjadi salah satu prioritas daerah dalam menekan angka kemiskinan.
Advertisement
“Bantuan pangan ini menjadi salah satu program prioritas pengentasan kemiskinan di Bantul. Kalau tahun 2025 kita berikan untuk 1.153 KPM, tahun ini akan diberikan untuk 1.000 KPM,” kata Jazim di Bantul, Sabtu (17/1/2026).
Ia menjelaskan, bansos Sambung Pangan Bantul merupakan bantuan kebutuhan pokok atau sembako bagi keluarga miskin yang disalurkan melalui warung tetangga yang bekerja sama dengan lembaga perbankan yang ditunjuk pemerintah. Skema ini membuat penerima tidak mendapatkan uang tunai secara langsung.
BACA JUGA
“Jadi masyarakat atau KPM tidak menerima uang tunai, tetapi mereka dibantu oleh pemerintah melalui warung tetangga yang sudah ditunjuk bank. Jenisnya ada daging, buah, ikan, beras, dan lain sebagainya,” katanya.
Menurut Jazim, jumlah penerima bantuan pangan pada 2026 menurun dibandingkan tahun sebelumnya karena adanya penajaman sasaran. Program ini kini difokuskan pada warga miskin yang benar-benar belum pernah menerima bantuan sejenis.
“Kalau yang kemarin kita sasar kemiskinan ekstrem. Kalau kemiskinan ekstrem itu tidak memandang dia sudah menerima bansos atau belum. Jadi, tahun ini diberikan salah satunya kepada orang miskin yang betul-betul belum menerima bantuan sejenis ini,” katanya.
Setiap KPM dalam program Sapa Bantul akan menerima bantuan sembako senilai Rp200.000 per bulan. Pada 2026, bantuan tersebut dialokasikan selama enam bulan untuk 1.000 KPM.
“Total anggaran untuk program Sapa Pangan tahun ini sekitar Rp1,2 miliar. Kalau yang bantuan dari pusat juga ada, namun kita tidak bisa menjabarkan, karena satu penerima variatif, tergantung komponen yang ada pada KPM,” katanya.
Skema bantuan pangan melalui warung tetangga ini diharapkan tidak hanya memperkuat daya beli keluarga miskin, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal, karena distribusi sembako dilakukan langsung di lingkungan tempat tinggal penerima.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- BPD DIY Serahkan Ambulans Baru untuk RSUD Prambanan
- Pemkot Jogja Gelontorkan Rp135 M untuk Proyek Infrastruktur
- Pemkab Kulonprogo Targetkan Kemiskinan Turun hingga 13 Persen di 2026
- 42 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Gunungkidul Ditanami Padi
- Talud Kali Gajah Wong Selesai Diperbaiki, Warga Pandeyan Jogja Lega
Advertisement
Advertisement




