Advertisement
Investasi Sleman 2025 Tembus Rp4,81 Triliun, Naik 110 Persen
Ilustrasi investasi / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Kinerja investasi Kabupaten Sleman sepanjang 2025 mencatat lonjakan signifikan. Realisasi penanaman modal mencapai Rp4,81 triliun atau tumbuh 110 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), jauh melampaui target awal yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sleman. Capaian tersebut menempatkan Sleman sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan investasi tertinggi di DIY.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih, menyampaikan realisasi investasi tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri, terhadap iklim usaha di wilayah Bumi Sembada. Investasi tersebut juga berkontribusi langsung terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Advertisement
“Total realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp4,81 triliun dan berhasil menyerap 10.706 tenaga kerja. Ini menunjukkan investasi memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sleman,” ujarnya.
Berdasarkan struktur investasinya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp4.276,09 miliar atau sekitar 88,9 persen. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp533,9 miliar atau 11,1 persen dari total realisasi investasi. Dominasi PMDN tersebut menandakan kuatnya kepercayaan pelaku usaha nasional terhadap prospek ekonomi daerah.
BACA JUGA
Di tengah capaian investasi yang tinggi, Sleman juga menjadi sorotan dengan masuknya rencana investasi proyek kereta gantung di kawasan Prambanan senilai kurang lebih Rp200 miliar. Proyek ini digadang-gadang menjadi pengungkit baru pengembangan pariwisata terpadu di kawasan Candi Prambanan dan sekitarnya.
Rencana pembangunan kereta gantung tersebut telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman dan saat ini masih berada pada tahap awal perizinan. Namun, proyek ini sempat menghadapi tantangan karena lokasinya berada di kawasan cagar budaya, sehingga membutuhkan pemenuhan regulasi khusus. Pemerintah daerah diminta memastikan seluruh izin dari Kementerian Kebudayaan terpenuhi sebelum pembangunan dimulai.
Triana sebelumnya mengungkapkan bahwa pengadaan armada kereta gantung telah disiapkan dan rencananya akan didatangkan dari China pada Januari 2026, sembari menunggu rampungnya seluruh proses perizinan dari instansi teknis terkait.
“Informasi yang kami dapat, investor baru saja kembali ke Indonesia setelah pergi ke China untuk mengecek kereta gantungnya,” kata Triana saat dihubungi, Selasa (20/1/2026).
Ia menambahkan, saat ini investor masih menyelesaikan proses pengurusan lahan, khususnya terkait tanah kas desa yang sedang berproses di tingkat Gubernur. Setelah itu, investor akan melakukan sosialisasi kepada warga yang terdampak pembangunan.
“Saat ini investor masih menyelesaikan proses tanahnya. Untuk tanah kas desa sudah berproses di Gubernur, setelah itu mereka akan melakukan sosialisasi kepada warga yang terdampak pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sleman secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap proyek kereta gantung tersebut. Ia menyebut proyek ini telah memperoleh sinyal persetujuan awal dari Kementerian Kebudayaan, meskipun tahapan administrasi masih terus berjalan. Menurutnya, investasi ini berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus memperkuat jaringan investasi di kawasan wisata strategis Daerah Istimewa Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KAI Batalkan Sejumlah KA Selama Pemulihan Jalur Pascabanjir
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Ganti Rugi Tol Jogja-Kulonprogo Cair Rp12,56 Miliar di Argosari
- Libur Isra Miraj Dongkrak Wisata Gunungkidul, PAD Tembus Rp1,2 Miliar
- Kasus PMK Ditemukan di Bantul, 14 Sapi Dilaporkan Terinfeksi
- Pemkab Gunungkidul Anggarkan Rp509 Juta untuk Percantik Kios Pedagang
- Koperasi Desa Merah Putih Gunungkidul Terima 60.000 Benih Lele
Advertisement
Advertisement



