Advertisement
Wabup Kulonprogo Nasihati Siswa, Tak Ada Orang Sukses karena Judol
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko saat menyampaikan pentingnya menghindari Judol dan paham radikalisme di hadapan para ratusan pelajar SMPN 5 Wates, Senin (19/1 - 2026). / ist
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Maraknya judi online (judol) yang menyasar pelajar menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Ancaman tersebut dinilai berpotensi merusak masa depan generasi muda, sekaligus membuka ruang masuknya paham radikal melalui ruang digital yang tak terawasi.
Kekhawatiran itu disampaikan Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, saat memimpin upacara bendera sekaligus deklarasi anti-judi online di SMP Negeri 5 Wates, Senin (19/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Pemkab Kulonprogo dalam melindungi pelajar dari risiko kecanduan digital yang kian masif.
Advertisement
“Saya ingin anak-anak Kulonprogo semua menjadi generasi hebat. Ingat, tidak ada orang yang berhasil atau kaya karena judol. Tugas utama kalian saat ini hanyalah belajar demi membahagiakan orang tua dan guru,” tegas Ambar di hadapan ratusan siswa, Senin (19/1/2026).
Dalam amanatnya, Ambar menempatkan diri sebagai figur orang tua bagi para siswa. Ia menekankan bahwa masa SMP merupakan fase krusial yang menentukan arah masa depan. Pada fase inilah, nilai kedisiplinan serta tata krama—yang dalam budaya Jawa dikenal sebagai subasita—perlu ditanamkan secara konsisten.
BACA JUGA
“Jangan coba-coba bermain Judol karena kalau sudah kecanduan pasti merusak masa depan kalian,” tegas Ambar. Ia menilai judi online kerap menipu pelajar dengan iming-iming keuntungan instan, padahal justru menjerumuskan anak-anak yang seharusnya fokus belajar ke dalam lingkaran kecanduan. Menurutnya, tipu daya judol sangat berbahaya bagi kalangan pelajar dan berisiko sulit dipulihkan ketika sudah terjerat.
Selain judi online, Ambar juga menyoroti bahaya infiltrasi paham radikal dan ujaran kebencian di media sosial. Ia mengingatkan pelajar agar tidak mudah terpengaruh ajakan yang tidak jelas sumber dan tujuannya.
“Tidak usah ikuti ajakan yang tidak jelas atau paham radikalisme. Kalian adalah calon pemimpin masa depan, gunakan media sosial dengan bijak,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Kulonprogo AKBP Ridho Hidayat turut memberikan imbauan terkait tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut. Ia meminta sekolah memperketat pengawasan terhadap siswa yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah.
“Belum saatnya adik-adik mengendarai motor. Kami mengingatkan ini karena sayang akan keselamatan kalian. Tolong Bapak, Ibu guru dan Kepala Sekolah, jika ada siswa yang membawa kendaraan, mohon diingatkan,” ujar Ridho yang belum lama ini dilantik menjadi Kapolres Kulonprogo.
Melalui rangkaian peringatan itu, Pemkab Kulonprogo menegaskan komitmennya membentengi pelajar dari bahaya judi online, radikalisme digital, serta risiko kecelakaan, seiring upaya membentuk generasi muda yang disiplin, bijak bermedia sosial, dan fokus pada pendidikan.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




