Advertisement
Cuaca Ekstrem Rusak Dua Sekolah di Sleman, Disdik Siapkan Perbaikan
Ilustrasi gedung sekolah rusak / JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan deras disertai angin kencang akhir pekan lalu menyebabkan dua bangunan sekolah negeri di Sleman rusak.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman mencatat kerusakan pada SD Negeri Banteng, Pakem, dan SMP Negeri 5 Depok. Kerusakan tersebut membuat proses pembelajaran terancam terhambat apabila tidak segera ditangani.
Advertisement
Kepala Disdik Sleman Mustadi menjelaskan, secara umum cuaca ekstrem memicu patahnya struktur penyangga atap yang terbuat dari kayu. Reng dan balok reng yang telah lapuk dimakan rayap menjadi mudah remuk ketika terkena rembesan air hujan.
Selain faktor pelapukan, struktur atap lama memang tidak dirancang menahan beban berat. Di SDN Banteng, misalnya, kerusakan perpustakaan terjadi seusai pohon petai tumbang dan menimpa bangunan.
BACA JUGA
“Genteng jelas pecah selain struktur atap kayu yang patah di SDN Banteng,” kata Mustadi saat dihubungi wartawan, Rabu (21/1/2026).
Ia menambahkan, hujan deras juga berpotensi memicu ambrolnya pagar sekolah bagian belakang. Curah hujan tinggi dalam durasi panjang meningkatkan debit air dan menjenuhkan tanah. Apabila daya dukung tembok tidak memadai, kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan struktur. Konsentrasi aliran air pun berkaitan erat dengan sistem irigasi di lingkungan sekolah, karena irigasi yang baik menurunkan potensi ambrolan.
Terkait nilai estimasi kerugian, Mustadi menyatakan masih diperlukan perhitungan teknis. Menurutnya, hal yang paling mendesak saat ini adalah langkah perbaikan agar aktivitas sekolah tidak terganggu.
Ia berharap warga sekolah, terutama kepala sekolah, lebih tanggap terhadap kondisi bangunan masing-masing. Cuaca ekstrem masih berpotensi berlangsung, sementara Surat Keputusan (SK) Siaga Bencana berlaku hingga pekan terakhir Februari 2026, sehingga setiap kemungkinan kebencanaan perlu diwaspadai.
“Kami mengingatkan tanggung jawab kepala sekolah untuk mengawasi satuan masing-masing. Terkait perbaikan, kami bisa mengalihkan anggaran. Kami akan menggunakan APBD. Tahun ini juga kami perbaiki,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Tim Sarana dan Prasarana Disdik Sleman Ruling Yulianto mengungkapkan, SMP Negeri 5 Depok mengalami kerusakan pada balok kayu besar yang menjadi penyangga utama struktur atap atau belandar.
Ruling menjelaskan, belandar mudah patah atau hancur karena lapuk dimakan rayap. Saat hujan deras, air menambah beban pada struktur tersebut. Beruntung, bagian yang patah berada di luar ruang kelas.
Menurutnya, perbaikan khusus untuk SMP Negeri 5 Depok akan dilakukan pada 2026, dengan perkiraan biaya mencapai sekitar Rp200 juta untuk satu sekolah tersebut, seiring upaya Disdik Sleman menjaga keselamatan warga sekolah di tengah cuaca ekstrem yang masih berlanjut.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- PKL Setujui Relokasi, Alun-Alun Wonosari Bebas Aktivitas Berjualan
- DKPP Bantul Perketat Pengendalian Hama Tikus demi Jaga Produksi Padi
- Produksi Ikan 55.000 Ton, 27 Pasar Serap 40 Persen Produksi di 2024
- Pemkab Gunungkidul Sediakan 26 Ton Kebutuhan Pokok di Operasi Pasar
- Gunungkidul Produksi Ikan 15.000 Per Ton Tahun, Konsumsi Masih Kalah
Advertisement
Advertisement




