Advertisement
Tangkap Ikan Pakai Getah Awali Sedekah Laut di Pantai Wediombo
Prosesi kenduri dalam pelaksanaan sedekah laut dalam tradisi Ngalangi di Pantai Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo. Kamis (22/1/2026) - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tradisi Sedekah Laut Ngalangi digelar warga Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, di kawasan Pantai Wediombo, Kamis (22/1/2026).
Uniknya, rangkaian ritual ini diawali dengan kegiatan menangkap ikan menggunakan tangan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi turun-temurun masyarakat pesisir setempat.
Advertisement
Dukuh Nglaban, Jepitu, Prasetiyo, menjelaskan Sedekah Laut Ngalangi merupakan tradisi leluhur yang rutin dilaksanakan setiap Kamis Wage pada awal musim panen padi di masa tanam pertama musim penghujan.
“Sedekah Laut Ngalangi sudah berlangsung secara turun-temurun dari nenek moyang di kawasan Pantai Wediombo,” kata Prasetiyo saat dihubungi, Kamis siang.
BACA JUGA
Menurut dia, sekitar 500 warga Jepitu turut hadir dan terlibat dalam prosesi sedekah laut tersebut.
Tangkap Ikan di Pantai Jungwok
Rangkaian kegiatan diawali dengan penangkapan ikan di Pantai Jungwok. Penangkapan dilakukan secara tradisional menggunakan tangan, dibantu bahan alami dari getah pohon tertentu yang dicampurkan ke air laut untuk membuat ikan menjadi lemas.
“Cara menangkap menggunakan tangan, tapi untuk melemaskan dibantu dengan obat alam yang berasal dari pohon yang getahnya dimasukkan ke air bisa bikin ikan lemas,” ungkap Prasetiyo.
Kondisi air laut yang sedang surut turut mempermudah proses penangkapan. Lima orang ditugaskan khusus untuk menangkap ikan dalam prosesi tersebut.
“Kebetulan air sedang surut. Jadi, proses penangkapan ikan bisa lebih mudah,” ujarnya.
Dari proses tersebut, berhasil ditangkap empat ekor ikan berukuran sekitar tiga jari orang dewasa. Ikan-ikan tersebut kemudian dibawa ke Pantai Wediombo untuk dibakar sebagai bagian dari sesaji ritual.
Kenduri dan Larung Gunungan
Ikan bakar hasil tangkapan menjadi bagian penting dalam prosesi Sedekah Laut Ngalangi. Sebelum pelarungan, warga terlebih dahulu menggelar kenduri bersama.
“Ada juga prosesi kenduri bersama, sebelum tradisi larung sesaji dan gunungan dilaksanakan di tengah laut,” katanya.
Puncak acara ditandai dengan larung gunungan dan sesaji, termasuk ikan bakar, ke tengah laut sebagai simbol ungkapan syukur dan permohonan keselamatan.
Prasetiyo berharap, melalui tradisi ini masyarakat diberikan kelimpahan hasil pertanian, hasil tangkapan ikan yang melimpah, serta keselamatan dalam beraktivitas di laut maupun daratan.
“Tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan karunia dan keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT. Mudah-mudahan ke depannya bisa semakin baik,” katanya.
Pengamanan dan Daya Tarik Wisata
Koordinator Satlinmas Rescue Wilayah 1 Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko, mengatakan pihaknya turut melakukan pengamanan selama prosesi berlangsung.
“Cuacanya bagus dan mendukung sehingga acara dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Sunu menambahkan, tradisi Sedekah Laut Ngalangi memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung. Ia mengingatkan agar peserta pelarungan tetap memperhatikan keselamatan.
“Untuk prosesi pelarungan sedekah, wajib menggunakan pelampung demi keselamatan bersama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Pohon Tumbang di Sleman Dipicu Angin Kencang Saat Hujan Ekstrem
- Update Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, 22 Januari 2026
- BPBD Kekurangan 60 Personel Damkar, Usul Pos Baru Srandakan dan Dlingo
- Masjid At-Taubah Tlogoadi Relokasi Cepat Demi Tol
- Terdakwa Penganiayaan di Sinduadi Sleman Sampaikan Pledoi, Ini Isinya
Advertisement
Advertisement




