Advertisement
PHRI Sleman Siap Ambil Alih Penyelenggaraan Sleman Temple Run 2026
Ilustrasi lari maraton. Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Keterbatasan anggaran penyelenggaraan Sleman Temple Run (STR) 2026 mendorong munculnya skema kolaborasi baru, setelah Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mengakui perlunya optimalisasi pendanaan agar kualitas ajang lari unggulan tersebut tetap terjaga.
Merespons kondisi itu, Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Sleman menyatakan kesiapan untuk mengambil alih penyelenggaraan STR 2026.
Advertisement
Ketua BPC PHRI Sleman Andhu Pakerti menilai tekanan fiskal akibat pemangkasan transfer keuangan daerah (TKD) berdampak luas terhadap program pengembangan daerah, termasuk agenda pariwisata. Dalam situasi tersebut, STR 2026 bahkan sempat dibatalkan, padahal event ini dinilai memiliki efek berganda (multiplier effect) bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
“Kalau memang STR memberatkan Pemda Sleman, biar kami saja yang handle. Tapi memang perlu ada pertemuan lagi untuk membahas teknisnya. Perlu ada serah terima juga dari Dispar ke kami,” kata Andhu dihubungi, Senin (26/1/2026).
BACA JUGA
Andhu berharap usulan BPC PHRI Sleman mendapat respons positif dari Pemkab Sleman. Ia mengusulkan agar anggaran Dispar Sleman yang tersedia untuk STR 2026 difokuskan pada aspek promosi, sementara operasional kegiatan sepenuhnya ditangani oleh BPC PHRI Sleman.
Menurutnya, dukungan terhadap penyelenggaraan event pariwisata di Bumi Sembada perlu dijaga melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam skema yang ditawarkan, BPC PHRI Sleman akan bertindak sebagai event planner dengan konsep penguatan dampak ekonomi. Penjualan race pack dirancang dalam bentuk bundling dengan minimum consume di hotel maupun restoran, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh pelaku usaha pariwisata.
Pendekatan ini ditujukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari luar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Jadi kalau mau ikut STR, mungkin cara pembeliannya melalui consume di Sleman, sehingga sifatnya berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang cederung local runners, yang memang sudah banyak partisipasinya. Lebih angkat pariwisata umum Sleman dulu mungkin. Intinya butuh dukungan, karena ini semua baru ide dan itikad guyub sesarengan,” katanya.
Terkait pendanaan dari sponsor, BPC PHRI Sleman menyatakan perlu mengupayakannya secara bersama-sama dengan Dispar Sleman agar konsep kolaborasi dapat berjalan optimal. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan Sleman Temple Run sebagai agenda sport tourism tahunan.
Kepala Dispar Sleman Edy Winarya menegaskan bahwa karakter rute STR yang melintasi kawasan candi sebagai cagar budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi pelari nasional hingga mancanegara.
Ia mengakui STR 2026 membutuhkan inovasi agar mampu bersaing di tengah padatnya kalender event lari.
“STR 2026 kami juga akan majukan waktu penyelenggaraannya. Soalnya banyak event running. Ini yang juga menjadi alasan kuat untuk berinovasi,” kata Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penyidikan Kasus Pajak DJP Berlanjut, KPK Panggil Sejumlah Saksi
Advertisement
Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia
Advertisement
Berita Populer
- Restorasi Gumuk Pasir Bantul Menjadi Fokus Penataan Pantai Selatan
- Cemburu Berujung Kekerasan, Pemuda Jogja Diserang Senjata Tajam
- Keributan Jalan Margo Utomo Jogja Viral, Polisi Tegaskan Bukan Pidana
- Laka Tunggal di Turunan Sokomoyo Kulonprogo, 2 Mahasiswa Meninggal
- Kulonprogo Matangkan Embarkasi Haji 2026, Simulasi Digelar Februari
Advertisement
Advertisement



