Advertisement
Wabup Kulonprogo Genjot Pendidikan dan Ekonomi demi Tekan Kemiskinan
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko saat ditemui di Kantor Pemkab Kulonprogo belum lama ini. Harian Jogja - Khairul Ma'arif
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO — Wakil Bupati Kulonprogo Ambar Purwoko menegaskan upaya memutus mata rantai kemiskinan di wilayahnya akan difokuskan pada penguatan sektor pendidikan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Langkah ini ditempuh untuk mengejar target penurunan angka kemiskinan hingga berada pada level satu digit di Kabupaten Kulonprogo.
Dalam wawancara terkait strategi pemerintah daerah, Ambar menyebut pendidikan menjadi kunci utama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di dunia kerja, khususnya dalam mengisi peluang kerja yang selama ini justru banyak ditempati oleh tenaga dari luar daerah.
Advertisement
“Di Kulonprogo itu ada lowongan kerja 3.500, tapi pendaftarnya hanya 1.500. Sisanya justru banyak diisi oleh orang dari luar kota. Itulah mengapa pendidikan kita genjot, supaya masyarakat kita sendiri yang menempati posisi-posisi tersebut,” ujar Ambar.
Ambar menyampaikan pemerintah daerah menargetkan angka kemiskinan Kulonprogo yang saat ini berada di kisaran 13 persen dapat ditekan hingga di bawah 10 persen dalam masa kepemimpinannya.
“Harapan kami adalah satu digit, entah itu 9 persen atau lebih rendah lagi, yang penting jangan sampai di angka 10. Hukumnya wajib satu digit,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa upaya menurunkan kemiskinan bukan sekadar program rutin, melainkan cita-cita besar yang ingin ia torehkan sebagai bagian dari sejarah pembangunan di Kulonprogo.
Salah satu langkah strategis yang diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian warga adalah kehadiran Sekolah Rakyat (SR) di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah. Program yang digarap bersama Kementerian Sosial ini diharapkan tak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi baru.
Ambar memproyeksikan keberadaan sekitar 1.080 siswa di Sekolah Rakyat tersebut akan mendorong geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya warung dan usaha warga sekitar.
“Ini akan sangat berefek positif bagi taraf hidup dan perekonomian lokal. Orang akan berkunjung setiap hari, dan dari situ ekonomi tumbuh,” jelasnya.
Untuk merealisasikan target penurunan kemiskinan satu digit, Ambar mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat melalui berbagai kementerian.
Ia menilai kekompakan warga menjadi modal penting untuk keluar dari jerat kemiskinan yang selama ini membayangi wilayah tersebut.
Pada 2024 lalu, angka kemiskinan di Kulonprogo tercatat sebesar 15,62 persen. Sementara target penurunan kemiskinan pada 2025 berada di rentang 14,12 persen hingga 15,12 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kulonprogo, tingkat kemiskinan di Bumi Binangun pada 2025 tercatat sebesar 14,53 persen atau mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Pelaksana tugas Kepala BPS Kulonprogo, Sudiyana, menyampaikan bahwa penurunan persentase penduduk miskin dari 2024 ke 2025 mencapai 1,09 persen.
“Penurunan presentase penduduk miskin di Kulonprogo dari 2024 ke 2025 sebesar 1,09 persen,” ucap Sudiyana.
Ia mengungkapkan penurunan angka kemiskinan Kulonprogo pada 2025 menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lain di DIY.
Masih berdasarkan data BPS, Sudiyana menjelaskan tren penurunan kemiskinan mulai terlihat pascapandemi Covid-19 seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian daerah.
Menurutnya, jumlah penduduk miskin di Kulonprogo pada 2021 tercatat sebanyak 81,14 ribu jiwa.
Angka tersebut turun pada 2022 menjadi 73,21 ribu jiwa, kemudian kembali menurun pada 2023 menjadi 70,74 ribu jiwa.
Namun, pada 2024 jumlah penduduk miskin sempat mengalami kenaikan menjadi 71,48 ribu jiwa.
Sementara pada 2025 terjadi penurunan cukup signifikan, dari 71,48 ribu jiwa menjadi 67,25 ribu jiwa.
“Dari 2023 ke 2024 jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan dari 70,74 ribu jiwa menjadi 71,48 ribu jiwa. Sedangkan di 2025 jumlah penduduk miskin turun cukup banyak dari 71,48 ribu jiwa menjadi 67,25 ribu jiwa,” jelas Sudiyana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Diduga Gagal Lepas Landas
Advertisement
Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Bantul Siapkan Insentif Guru Honorer Belum Lolos PPPK
- Skema M3K Mulai Diterapkan untuk Rumah di Sempadan Sungai Jogja
- Ular Sanca 2,5 Meter Masuk Kandang Ayam Warga Siraman Gunungkidul
- Bawa Celurit Seusai Cekcok Laka Lantas, Dua Pemuda Ditangkap
- Keraton Jogja Beri Serat Palilah Pemanfaatan Tanah SG di Turgo Sleman
Advertisement
Advertisement



