Advertisement
Kericuhan Antar Pelajar Terjadi di Depan SMA Swasta Jogja
Dua remaja berinisial PM dan WA yang diamankan Polresta Jogja. Ist - dok. Polresta Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Kericuhan melibatkan sejumlah pelajar pecah di depan salah satu SMA swasta di Jalan Kapten Piere Tendean, Wirobrajan, Kota Jogja, Jumat (30/1/2026) sore. Insiden ini bermula saat seorang pelajar ditendang oleh sekelompok pengendara motor hingga terjatuh dari kendaraannya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika seorang pelajar berinisial PM, 18, warga Pakuncen, Wirobrajan, hendak meninggalkan sekolah. Tiba-tiba, beberapa pengendara sepeda motor yang melintas menendang PM hingga kehilangan kendali dan terjatuh tepat di depan gerbang sekolah.
Advertisement
Kasihumas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi, menjelaskan aksi tersebut memicu reaksi spontan dari teman-teman korban.
“Korban saat hendak pulang sekolah ditendang oleh kelompok pengendara motor yang berboncengan. Akibatnya korban terjatuh,” ujar Gandung, Sabtu (31/1/2026).
BACA JUGA
Melihat kejadian itu, sejumlah pelajar dari dalam sekolah segera keluar dan berhasil mengamankan dua pengendara motor yang terlibat dalam aksi tersebut. Sementara beberapa pelaku lain melarikan diri ke arah utara Jalan Kapten Piere Tendean.
Dua remaja yang diamankan masing-masing berinisial SN, 18, warga Gamping, Sleman, serta WA, 17, warga Mlati, Sleman. Keduanya diketahui mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna biru doff.
Petugas Polsek Wirobrajan yang menerima laporan warga langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan membawa para pelajar tersebut ke kantor polisi guna pemeriksaan lebih lanjut.
“Setelah mendapat laporan, anggota langsung menuju TKP dan mengamankan remaja yang terlibat untuk dibawa ke Polsek Wirobrajan,” jelas Gandung.
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan sebuah sabuk gir yang dibawa oleh WA. Selain itu, para remaja mengaku berasal dari kelompok atau geng sekolah berinisial B.
Mengingat seluruh pihak yang terlibat masih berstatus pelajar di bawah umur, polisi memanggil orang tua masing-masing untuk mendampingi proses pemeriksaan.
“Penanganan kami lakukan dengan pendekatan pembinaan karena mereka masih anak-anak. Orang tua sudah kami hadirkan,” kata Gandung.
Polisi juga telah melakukan serangkaian langkah mulai dari olah tempat kejadian perkara, pengamanan pelaku, pembuatan laporan, hingga dokumentasi. Penyelidikan masih terus berjalan untuk menelusuri pelaku lain yang sempat melarikan diri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Target PAD Retribusi Pasar Bantul 2026 Dipatok Rp5,5 Miliar
- Disdikpora Bantul Matangkan TKA 2026 Jelang SPMB
- Hujan dan Angin Terjang Sleman, Pohon Tumbang hingga Angkringan Roboh
- Pemuda Indonesia Timur Siap Jaga Keamanan DIY Lewat Jalur Profesional
- Drama Penalti Antar Persiba Bantul ke Semifinal Liga Nusantara
Advertisement
Advertisement




