Advertisement
Pemkot Jogja Anggarkan Rp14,8 Miliar Perkuat Drainase 2026
Ilustrasi drainase - Ist/WSBT
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja mengalokasikan anggaran Rp14,8 miliar pada 2026 untuk memperkuat sistem drainase sebagai langkah menekan titik genangan dan meningkatkan ketahanan kota menghadapi cuaca ekstrem.
Dana tersebut dikelola Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja untuk pembangunan saluran baru, pemeliharaan rutin, serta penanganan kerusakan insidental yang bersifat mendesak.
Advertisement
Dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Selasa (3/2/2026), Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPUPKP Kota Jogja, Rahmawan Kurniadi, menyampaikan bahwa evaluasi pekerjaan sepanjang 2025 menunjukkan tren positif, meski masih terdapat sejumlah lokasi yang perlu perhatian lanjutan. Beberapa kawasan yang masuk prioritas penanganan antara lain Langensari dan Kampung Klitren, yang kerap mengalami genangan saat hujan intensitas tinggi.
Menurut Rahmawan, DPUPKP telah memetakan titik-titik rawan genangan untuk ditangani secara teknis, termasuk berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pada lokasi yang berada di kewenangan lintas instansi. Pendekatan ini dilakukan agar intervensi drainase lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
BACA JUGA
Salah satu capaian yang dicatat adalah berkurangnya genangan di kawasan XT Square seusai dilakukan perbaikan sistem drainase dan pembersihan sumbatan. Rahmawan menjelaskan, permasalahan genangan tidak selalu disebabkan kapasitas saluran, melainkan hambatan sampah pada inlet drainase. Seusai sumbatan dibersihkan, genangan di kawasan tersebut kini bersifat kecil dan temporer, sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas warga secara berkepanjangan.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Jogja menerapkan konsep drainase lestari dengan mengintegrasikan saluran air dan sumur resapan. Konsep ini berfungsi menahan limpasan air hujan agar tidak langsung mengalir ke sungai, sekaligus mendukung konservasi air tanah. Seusai air tertahan di titik resapan, sedimen lebih mudah terjaring, sehingga pemeliharaan saluran menjadi lebih efisien bagi petugas.
Pada tahun anggaran 2026, dua proyek besar menjadi prioritas, yakni pembangunan drainase di kawasan Kotagede dan Rejowinangun, dengan alokasi masing-masing sekitar Rp3 miliar. Proyek di ruas Jalan Kemasan–Nyi Pembayun dirancang untuk menghubungkan saluran lama dan baru, sehingga aliran air menuju pembuangan lebih lancar. Seusai pengerjaan di dua kawasan padat penduduk tersebut rampung, Pemkot berharap titik genangan yang selama ini muncul saat hujan deras dapat diminimalkan secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Skandal Suap Elite Hukum Tiongkok, Eks Menteri Dihukum Seumur Hidup
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



