Advertisement
Laka Lantas Kulonprogo 2025 Tembus 844 Kasus, Jalan WatesJogja Rawan
Ilustrasi kecelakaan mobil. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sepanjang 2025, angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kulonprogo tercatat tinggi dengan 844 kejadian, didominasi insiden di Jalan Wates–Jogja yang menelan puluhan korban jiwa dan kerugian ratusan juta rupiah.
Insiden tersebut tidak hanya terjadi di jalan kabupaten, tetapi didominasi di ruas jalan nasional, khususnya Jalan Wates–Jogja atau Jalan Wates–Purworejo.
Advertisement
Kabag Ops Polres Kulonprogo Kompol Gunardi Teja Murti menyampaikan, dari ratusan kejadian laka lantas tersebut, dampak yang ditimbulkan cukup besar terhadap keselamatan pengguna jalan di wilayah Bumi Binangun.
"Dari 844 kejadian laka lantas di 2025 sebanyak 77 orang meninggal dunia, empat luka berat dan sampai 1.463 korban luka ringan di jalan Bumi Binangun. Kerugian materiil yang ditimbulkan mencapa Rp786.350.000. Laka lantas di jalan kabupaten juga banyak, tidak hanya di jalan nasional," katanya kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).
BACA JUGA
Menurut Gunardi, Jalan Jogja–Wates menjadi salah satu titik paling rawan kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan evaluasi kepolisian, ruas jalan nasional yang membelah Kabupaten Kulonprogo tersebut memiliki beberapa titik rawan, terutama di wilayah Kapanewon Sentolo, Pengasih, dan Temon.
Ia menjelaskan, kondisi jalan yang lebar dan sering lengang di sejumlah titik membuat pengendara kerap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.
"Lainnya di Jalan Deandels atau Jalur Selatan Kapanewon Galur serta Jalan Sentolo-Nanggulan juga titik rawan laka lantas selama 2025," ungkapnya.
Selain faktor kecepatan, kondisi fisik jalan juga turut memicu kecelakaan. Gunardi menyebutkan, kerusakan jalan seperti lubang, serta karakter jalan yang mulus namun memiliki medan menurun atau menanjak, berkontribusi terhadap terjadinya laka lantas.
Kondisi tersebut banyak dijumpai di wilayah Kulonprogo bagian utara yang memiliki kontur jalan naik-turun. Di samping itu, faktor human error atau kesalahan pengendara masih menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas di Kulonprogo.
"Human error atau kesalahan manusia menjadi penyebab laka lantas juga di Kulonprogo," ucap Gunardi.
Saat ini, Polres Kulonprogo tengah melaksanakan Operasi Keselamatan Progo 2026 yang berlangsung selama dua pekan. Operasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih berhati-hati dan tertib dalam berlalu lintas.
Gunardi menjelaskan, Operasi Keselamatan Progo 2026 lebih menitikberatkan pada pendekatan preemtif dan preventif.
"Masing-masing 40 persen operasi fokus pada tindakan preemtif dan preventif sedangkan 20 persen akan dilakukan penegakan hukum yang dilakukan melalui Etle," ujarnya.
Kepala Satlantas Polres Kulonprogo AKP Priya Tri Handaya menambahkan, sejumlah titik rawan kecelakaan yang tercatat sepanjang 2025 akan menjadi fokus utama dalam Operasi Keselamatan Progo 2026. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas demi keselamatan masyarakat.
Selain jalur nasional dan kabupaten, kawasan perkotaan Wates juga menjadi perhatian aparat kepolisian.
"Kami mengingatkan agar masyarakat selalu berkendara dengan aman dan selamat mematuhi rambu-rambu lalu lintas jangan menerobos traffic light," tuturnya.
Operasi Keselamatan Progo 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 2 Februari 2026 hingga 15 Februari 2026 dengan sasaran utama pengendara dan titik-titik rawan kecelakaan di Kabupaten Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Caroline Lang Mundur dari SPI Usai Namanya Muncul di Dokumen Epstein
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Kemarau Basah dan Warga Disiplin Tekan Angka Kebakaran di Kulonprogo
- ORI DIY Serap Aspirasi Petani Parangtritis soal Pelayanan Publik
- Lurah Grogol Gunungkidul Ditahan Atas Kasus Penggelapan Kendaraan
- Generasi Muda Kulonprogo Pilih Bertani Hortikultura daripada Padi
- Penataan Kawasan Mrican Segmen 2 Sleman Masih Tunggu Izin Lahan TKD
Advertisement
Advertisement



