Advertisement

Ancam Keselamatan, 200 Pohon Ring Road Bantul Jadi Target Tebang

Newswire
Minggu, 08 Februari 2026 - 14:27 WIB
Jumali
Ancam Keselamatan, 200 Pohon Ring Road Bantul Jadi Target Tebang Proses evakuasi pohon tumbang di Bantul, Rabu (27/4/2022). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 200 pohon perindang di ring road wilayah Bantul masuk kategori rawan tumbang dan ditetapkan BPBD sebagai prioritas penebangan.

Identifikasi ini dilakukan di ruas ring road dari Janti hingga Gamping yang masuk jaringan jalan nasional.

Advertisement

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengatakan total terdapat sekitar 600 pohon perindang yang direkomendasikan untuk ditebang. Namun, dari jumlah tersebut, sekitar 200 pohon dinilai sangat mendesak untuk segera dieksekusi karena kondisi akar dan batang yang sudah rapuh.

“Yang di wilayah Bantul dari ring road Janti sampai ring road Gamping itu teridentifikasi ada 600 pohon yang perlu ditebang, dan yang menjadi sangat prioritas ditebang ada kurang lebih 200 pohon,” kata Mujahid di Bantul, Minggu.

Ia menjelaskan, hasil tersebut merupakan kesimpulan dari diskusi lintas instansi antara BPBD Bantul, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). BBPJN merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum yang bertanggung jawab atas ruas jalan nasional.

Dari ratusan pohon yang teridentifikasi, sebagian besar pohon prioritas merupakan jenis Munggur. Pohon ini memiliki karakter akar tunjang dan batang yang getas sehingga mudah patah saat diterpa angin kencang.

“Yang 400 pohon masih belum prioritas, tetapi yang 200 pohon yang harus segera ditebang, karena sebagian besar itu pohon Munggur, yang getas akarnya, akarnya akar tunjang, lalu dahannya getas, jadi begitu kena angin kencang mudah ambruk,” katanya.

BPBD Bantul menilai kondisi tersebut semakin berisiko karena intensitas angin kencang yang sering terjadi pada awal musim hujan 2026. Oleh sebab itu, penanganan tidak hanya berupa pemangkasan, tetapi direkomendasikan hingga penebangan sampai ke akar pada pohon tertentu.

“Pohon rapuh itu bisa karena faktor usia, jenis akar, dan faktor pelapukan batang, faktor kerimbunan dahan,” jelas Mujahid. Berdasarkan indikator tersebut, BBPJN menetapkan 600 pohon perlu ditangani dengan prioritas utama pada 200 pohon yang dinilai paling berbahaya.

Penebangan pohon di sepanjang jalan nasional tersebut akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, BPBD Bantul menerima informasi bahwa 15 pohon akan segera dieksekusi dalam waktu dekat.

“Balai Jalan menginformasikan dalam waktu dekat ada 15 pohon yang akan dieksekusi,” katanya.

Selain itu, BPBD Bantul juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah DIY terkait mitigasi pohon di ruas jalan provinsi. Langkah yang disiapkan berupa pemotongan maupun rabas-rabas atau pemangkasan pada pohon yang teridentifikasi membahayakan.

“Kemudian kami dengan Pemda DIY juga berdiskusi terkait mitigasi pohon di jalan provinsi agar ada upaya pemotongan atau rabas-rabas bagi pohon yang diidentifikasi membahayakan,” ujarnya.

Untuk ruas jalan kabupaten, BPBD Bantul bersama DLH Bantul telah melakukan tindakan langsung. Dua pohon di Jalan Bantul wilayah Niten telah ditebang karena kondisi batangnya lapuk dan berisiko tumbang.

“Untuk pohon di jalan kabupaten, kami bersama DLH sudah mengeksekusi dua pohon di Jalan Bantul Niten karena sudah lapuk dan berisiko membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026

Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026

News
| Minggu, 08 Februari 2026, 17:17 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement