Advertisement

BRIN Kembangkan Nature-based Solutions untuk Lindungi Bandara YIA

Newswire
Selasa, 10 Februari 2026 - 10:57 WIB
Abdul Hamied Razak
BRIN Kembangkan Nature-based Solutions untuk Lindungi Bandara YIA Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi satu/satunya bandara bertaraf internasional untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah. Tampak sejumlah pengguna bersiap memasuki Bandara YIA di Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, belum lama ini.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan pendekatan Nature-based Solutions (NbS) sebagai strategi mitigasi gelombang laut ekstrem dan potensi tsunami di kawasan Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA). Pendekatan ini dirancang untuk memberikan perlindungan pantai yang efektif sekaligus berkelanjutan dan selaras dengan ekosistem pesisir.

Periset Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Khusnul Setia Wardani, menjelaskan bahwa kawasan YIA membutuhkan sistem perlindungan terpadu dan berlapis (multi-layer defense). Sistem ini mengombinasikan infrastruktur keras dengan elemen alami guna meredam energi gelombang secara bertahap.

Advertisement

Menurut Khusnul, struktur keras seperti groin dan tanggul laut berfungsi mengendalikan arus sejajar pantai serta pergerakan sedimen. Groin dibangun menjorok ke arah laut untuk mengurangi abrasi sekaligus melemahkan energi gelombang sebelum mencapai daratan.

“Di sisi darat, pantai berpasir berperan sebagai peredam alami awal terhadap gelombang ekstrem,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa.

Selain struktur buatan, pendekatan NbS juga mengandalkan elemen alam seperti gumuk pasir, vegetasi pantai, sand nourishment, dan terumbu karang. Khusnul menekankan vegetasi pantai menjadi komponen penting dalam sistem perlindungan tersebut.

BRIN merekomendasikan penanaman kombinasi cemara udang (Casuarina equisetifolia L.) dan pandan laut (Pandanus tectorius) sebagai sabuk hijau pesisir. Vegetasi ini dinilai mampu memperlambat aliran air, menahan sedimen, serta meredam sisa energi gelombang dan limpasan air laut ke daratan.

“Wilayah selatan YIA merupakan kawasan Pakualaman Ground yang dimanfaatkan untuk pariwisata dan pertanian masyarakat. Karena itu, pemilihan vegetasi pengaman pantai harus tepat, termasuk jenis yang bisa dikombinasikan dengan tanaman pangan dan tidak menarik burung sehingga aman bagi operasional bandara,” jelas Khusnul.

Ia menegaskan mitigasi gelombang laut ekstrem di kawasan YIA menjadi kebutuhan mendesak. Perubahan iklim dan kenaikan muka air laut membuat pesisir Indonesia semakin rentan terhadap gelombang ekstrem. Di pesisir selatan Jawa, risiko tersebut diperparah dengan keberadaan zona megathrust yang berpotensi memicu tsunami.

“Bandara Internasional Yogyakarta adalah infrastruktur strategis yang memiliki tingkat risiko tinggi karena dibangun di pesisir selatan Jawa dan berhadapan langsung dengan zona subduksi lempeng aktif,” ungkapnya.

Ke depan, BRIN mendorong penguatan sistem perlindungan bandara melalui pembangunan tanggul di belakang zona vegetasi sebagai lapisan pertahanan terakhir. Tanggul ini dapat dirancang sebagai struktur hibrida yang bersifat multifungsi, misalnya dimanfaatkan sebagai jalan untuk meningkatkan efisiensi ruang dan konektivitas wilayah.

“Melalui riset ini, penerapan Nature-based Solutions diharapkan mampu melindungi infrastruktur bandara, memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir,” tutur Khusnul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kasus Pelecehan Guru ke Siswa SMA Pasar Rebo Jakarta Diduga Meluas

Kasus Pelecehan Guru ke Siswa SMA Pasar Rebo Jakarta Diduga Meluas

News
| Selasa, 10 Februari 2026, 13:17 WIB

Advertisement

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Wisata
| Senin, 09 Februari 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement