Advertisement
BMKG: Hujan di DIY Masih Tinggi hingga April 2026
Hujan. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih akan bertahan pada kategori menengah hingga tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi ini dipengaruhi aktifnya Monsun Asia serta dinamika atmosfer–laut yang masih mendukung pembentukan hujan.
Kepala Stasiun Klimatologi D.I Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menyampaikan bahwa angin baratan atau Monsun Asia saat ini masih aktif melintasi wilayah Indonesia. Selain itu, fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase La Nina lemah dan diperkirakan beralih ke kondisi netral mulai Februari 2026.
Advertisement
“Dipole Mode Indeks (DMI) juga berada pada kategori netral hingga pertengahan 2026, sementara Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi aktif di wilayah Indonesia bagian barat,” kata Reni dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).
BMKG mencatat anomali suhu muka laut di perairan selatan DIY berada pada kisaran minus 1 derajat Celsius hingga nol derajat Celsius atau kategori dingin–netral. Suhu muka laut berkisar antara 28 hingga 29 derajat Celsius, kondisi yang masih mendukung pertumbuhan awan hujan.
BACA JUGA
Prediksi Hujan Dasarian
BMKG memprakirakan pada dasarian II Februari 2026, curah hujan di DIY berada pada kategori menengah hingga tinggi, berkisar 50–200 milimeter per dasarian dengan sifat hujan bervariasi dari bawah normal hingga atas normal.
Memasuki dasarian III Februari 2026, curah hujan diperkirakan menurun menjadi kategori rendah hingga menengah, sekitar 20–150 milimeter per dasarian dengan sifat bawah normal hingga normal. Kondisi serupa diprediksi berlanjut pada dasarian I Maret 2026 dengan sifat hujan cenderung bawah normal.
Prakiraan Tiga Bulan ke Depan
Dalam tiga bulan ke depan, BMKG memperkirakan curah hujan Februari dan Maret 2026 masih berada pada kisaran 201–400 milimeter per bulan atau kategori menengah hingga tinggi. Sifat hujan bervariasi dari bawah normal hingga atas normal.
Sementara itu, pada April 2026 curah hujan diprediksi berada pada kisaran 201–300 milimeter per bulan atau kategori menengah dengan sifat normal hingga atas normal.
BMKG juga menyampaikan bahwa sifat hujan musim hujan 2025/2026 di seluruh wilayah DIY diprediksi normal. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2026 di sebagian besar zona musim, serta berlanjut hingga Februari 2026 di wilayah lainnya.
Durasi musim hujan diprediksi bervariasi antara 16 hingga 24 dasarian, dengan total curah hujan musim hujan berkisar 1.001 hingga lebih dari 3.000 milimeter. Adapun akhir musim hujan di DIY diperkirakan terjadi pada dasarian I hingga III April 2026.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim hujan, khususnya di wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Langkah mitigasi yang disarankan antara lain penyesuaian pola tanam, pembersihan saluran air, pemangkasan dahan pohon, serta pengecekan kekuatan baliho dan bangunan di sepanjang jalan.
“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi iklim terbaru dari BMKG agar dapat mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Reni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Khofifah Dijadwalkan Ulang Bersaksi di Kasus Dana Hibah Jatim
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



