Advertisement
Satlantas Gunungkidul Petakan 3 Jalur Balap Liar di Kota Wonosari
Sebuah spanduk tentang imbauan pencegahan balap liar terpasang di Perempatan Selang di Kalurahan Selang, Wonosari, Selasa (10/2/2026) - Harian Jogja/David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Satlantas Polres Gunungkidul memetakan tiga ruas jalan di wilayah perkotaan Wonosari yang ditengarai kerap digunakan sebagai ajang balap liar. Temuan ini menjadi bagian dari fokus pengawasan selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026 guna menekan risiko kecelakaan lalu lintas dan menjaga ketertiban masyarakat.
Identifikasi lokasi dilakukan sebagai langkah pencegahan kecelakaan lalu lintas yang berpotensi dipicu aksi balap motor jalanan, khususnya yang melibatkan kalangan remaja dan anak muda di pusat aktivitas warga.
Advertisement
KBO Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Sukamto, mengatakan pemetaan titik rawan balap liar dilakukan secara terpadu bersama Sat Intelkam Polres Gunungkidul. Langkah ini bertujuan mengetahui pola aktivitas balap liar agar pencegahan dapat dilakukan lebih dini.
“Untuk identifikasi kami bekerja sama dengan Sat Intelkam Polres Gunungkidul terkait dengan lokasi balap liar,” kata Sukamto, Selasa (10/2/2026).
BACA JUGA
Dari hasil pemetaan tersebut, Satlantas menemukan tiga jalur yang kerap digunakan sebagai lintasan balap liar di seputaran Kota Wonosari. Lokasi pertama berada di Jalur Bong Cino di Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari.
Lokasi kedua berada di jalan baru jalur alternatif Gunungkidul–Sleman di Kalurahan Gading, Kapanewon Playen. Sementara lokasi ketiga berada di Jalan Pampang, Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan.
“Sementara ada tiga jalur ini yang teridentifikasi tempat ajang balap liar,” katanya.
Menurut Sukamto, penanganan balap liar tidak langsung dilakukan dengan penindakan, melainkan diawali pendekatan preventif dan edukatif. Sejumlah spanduk imbauan larangan balap liar telah dipasang di titik strategis, salah satunya di Perempatan Selang, Kapanewon Wonosari.
“Razia belum dilakukan, tapi kami terus berupaya melakukan sosialisasi untuk mencegah terjadinya balap liar. Ini juga sebagai upaya menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas di Gunungkidul,” katanya.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, menegaskan aksi balap liar menjadi salah satu sasaran utama penindakan selama Operasi Keselamatan Progo 2026. Selain berisiko tinggi terhadap keselamatan pelaku, aktivitas tersebut juga berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Patroli kambtibmas terus kami lakukan untuk menjaga kondisivitas di masyarakat,” katanya.
Damus juga menyampaikan, sejak menjabat pada pertengahan Januari 2026, dirinya telah berkeliling ke 142 kalurahan di Gunungkidul untuk menyosialisasikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kambtibmas).
“Pasti seluruhnya akan didatangi karena dari 144, kurang dua kalurahan yang belum dikunjungi,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026 dapat berjalan secara humanis dan profesional, sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan di masyarakat.
“Operasi ini dapat membangun budaya tertib lalu lintas secara berkelanjutan. Kepatuhan di jalan raya bukan sekadar menghindari sanksi, melainkan wujud tanggung jawab bersama demi keselamatan dan menghindari insiden kecelakaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




