Advertisement

Cuaca Ekstrem Terjang Sleman, Rumah Rusak hingga Longsor

Abdul Hamied Razak
Rabu, 18 Februari 2026 - 19:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Cuaca Ekstrem Terjang Sleman, Rumah Rusak hingga Longsor Pohon tumbang menimpa sebuah Joglo di Beran Tridadi Sleman akibat hujan lebat disertai angin kencang pada, Rabu (18/2/2026). - ist - BPBD Sleman

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN —Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Sleman, Rabu (18/1/2026) siang, menyebabkan kerusakan di sejumlah titik. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Sleman melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), kejadian cuaca ekstrem berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepala BPBD Kabupaten Sleman Raden Haris Martapa melaporkan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai angin kencang mengakibatkan atap rumah rusak, pohon tumbang, hingga longsor talud dan tebing di berbagai kapanewon.

Advertisement

Di Kapanewon Berbah, angin kencang menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah warga di Padukuhan Kadisono, Kalurahan Tegaltirto. Akibatnya, genteng, usuk, hingga tembok rumah mengalami kerusakan. Selain itu, sejumlah rumah lain di wilayah yang sama dilaporkan mengalami atap terangkat dan dinding roboh. Sementara itu, talud Kali Tepus di Padukuhan Sompilan dilaporkan longsor dan masih belum tertangani hingga laporan terakhir diterima.

Dampak serupa juga terjadi di Kapanewon Gamping. Pohon tumbang menutup akses jalan di wilayah Ambarketawang, sedangkan talud makam di Balecatur terkikis arus sungai dan masih dalam kondisi belum terkondisi.

Di Kapanewon Kalasan, tebing longsor di Kalurahan Tirtomartani menyebabkan pohon rungkat, sementara di Kapanewon Minggir, pohon jati tumbang menimpa rumah warga di Sendangrejo dan merusak genteng serta rangka atap rumah.

Cuaca ekstrem juga berdampak di Kapanewon Moyudan. Beberapa pohon jati tumbang di wilayah Sumberarum dan Sumbersari, sebagian di antaranya menimpa rumah warga dan melintang di badan jalan. Seluruh kejadian tersebut telah berhasil ditangani petugas.

Sementara itu, di Kapanewon Pakem, pohon cemara di area makam Purwobinangun tumbang dan sempat menimpa kabel listrik. Adapun di Kapanewon Prambanan, BPBD mencatat adanya tanah bergerak di Wukirharjo serta longsor tebing setinggi sekitar 10 meter di Gayamharjo yang menimpa bagian belakang rumah warga. Kedua kejadian tersebut masih dalam penanganan.

Di wilayah Kapanewon Sleman, pohon tumbang di kawasan Floating Resto, Jalan Rorojonggrang, Beran, Tridadi, menimpa gazebo dan bangunan penginapan. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam seluruh rangkaian kejadian tersebut.

BPBD Kabupaten Sleman menyebutkan, langkah yang telah dilakukan meliputi asesmen dampak kejadian, koordinasi dengan pihak terkait, serta penyaluran dukungan logistik. Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan, mulai dari BPBD Sleman, Destana, pemerintah kalurahan, TNI-Polri, relawan SAR, hingga masyarakat setempat.

BPBD Sleman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama di wilayah rawan pohon tumbang dan longsor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Reaktivasi PBI-JK 2026: Kemensos Perketat Verifikasi

Reaktivasi PBI-JK 2026: Kemensos Perketat Verifikasi

News
| Rabu, 18 Februari 2026, 21:37 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement