Kulonprogo Masuk Radar Investasi PLTS, Siapkan Lahan 50 Hektare
Kulonprogo masuk radar investasi PLTS PLN berkapasitas 50 MW. Proyek energi bersih ini diproyeksikan mendukung kawasan YIA dan ekonomi hijau.
Suasana di YIA, Jumat (27/10/2023). Anisatul Umah-Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Ruang Terbuka Publik (RTP) Bulak Tabak di Kapanewon Temon mulai disiapkan sebagai kantong parkir kendaraan pengantar jemaah haji menjelang dimulainya embarkasi haji Kulonprogo pada akhir April 2026. Lokasi ini sekaligus diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi pelaku UMKM setempat.
Fasilitas tersebut akan mulai dimanfaatkan seiring keberangkatan kloter pertama pada 21 April 2026. Setiap kloter diperkirakan membawa ratusan jemaah, yang juga diiringi kehadiran keluarga pengantar dalam jumlah besar.
Kepala DisperinkopUKM Kulonprogo, Iffah Mufidati, memastikan area RTP Bulak Tabak tidak hanya difungsikan sebagai parkir, tetapi juga sebagai lokasi berjualan bagi UMKM, khususnya warga Temon.
“Insyaallah RTP Bulak Tabak sudah pasti untuk fasilitas parkir dan pelaku UMKM berjualan. Kita prioritaskan kepada teman-teman UMKM warga Temon untuk nanti ada tenda-tenda UMKM berjualan di sana,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Menurut Iffah, momentum embarkasi ini menjadi peluang awal untuk mengukur potensi pasar. Selain keluarga pengantar, peluang juga datang dari petugas haji yang jumlahnya diperkirakan mencapai 93 orang.
Ia menilai kebutuhan konsumsi di luar fasilitas hotel menjadi celah pasar yang bisa dimanfaatkan. Pelaku UMKM bahkan didorong menyediakan layanan pesan antar untuk menjangkau segmen tersebut.
“Kalau siang dan malam mereka mungkin tidak mendapat fasilitas langsung, itu jadi potensi. Kita dorong teman-teman UMKM bisa menyediakan layanan delivery order,” katanya.
Dari sisi jenis usaha, sektor kuliner diprediksi paling dominan. Namun, peluang juga terbuka bagi produk non-makanan seperti kerajinan dan batik khas Kulonprogo yang berpotensi diburu sebagai oleh-oleh.
Sementara itu, Panewu Temon, Rusdi Suwarno, menjelaskan RTP Bulak Tabak memiliki luas sekitar 10.123 meter persegi dan mampu menampung hingga 300 kendaraan roda empat seperti minibus dan SUV.
“Jaraknya dengan asrama haji hotel hanya sekitar 300 meter. Peruntukannya memang untuk kendaraan pengantar jemaah haji non bus besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kendaraan yang diperbolehkan masuk ke area tersebut dibatasi hingga ukuran elf, mengingat akses jalan belum mendukung untuk bus besar. Alternatif lokasi lain seperti Lapangan Janten dan Dangaran sempat diajukan, namun belum disetujui karena berbagai kendala teknis.
Dengan kesiapan ini, RTP Bulak Tabak diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran embarkasi haji, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal di wilayah Temon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kulonprogo masuk radar investasi PLTS PLN berkapasitas 50 MW. Proyek energi bersih ini diproyeksikan mendukung kawasan YIA dan ekonomi hijau.
Piala Dunia 2026 mendongkrak popularitas pemain di media sosial. Vozinha dan Erling Haaland disebut meraih jutaan pengikut baru di Instagram berkat penampilan i
Apple menggugat OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang melalui perekrutan mantan karyawan dan pengumpulan informasi internal untuk pengembangan perangkat.
Bank Jateng terus memperkuat komitmennya dalam menjaga Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) dalam memitigasi risiko kecurangan
Kontroversi selebrasi Lautaro Martinez di Piala Dunia 2026 tidak berbuah kartu merah. Wasit sesuai aturan, Argentina tetap bisa turunkan pemain penuh lawan.
Guru, siswa hingga mahasiswa dari berbagai wilayah di Tanah Air mengikuti Safety Riding Camp 2026 yang diselenggarakan Yayasan Astra Honda Motor