Advertisement

Ahli Gizi RSA UGM Sarankan Menu Rendah Kalori Saat Puasa

Catur Dwi Janati
Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:07 WIB
Maya Herawati
Ahli Gizi RSA UGM Sarankan Menu Rendah Kalori Saat Puasa Ilustrasi makan sahur - berbuka puasa. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemilihan menu rendah densitas kalori selama puasa dinilai menjadi kunci agar ibadah Ramadan memberikan manfaat kesehatan, termasuk pengendalian berat badan. Ahli gizi Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) menegaskan pengaturan asupan energi perlu diperhatikan sejak sahur hingga berbuka.

Kepala Instalasi Gizi RSA UGM, Pratiwi Dinia Sari, menjelaskan secara ilmiah puasa seharusnya berpotensi membantu penurunan berat badan karena adanya pembatasan waktu makan yang diikuti penurunan volume dan kalori asupan harian. Kondisi tersebut mendorong tubuh menggunakan cadangan energi yang tersimpan apabila dilakukan secara konsisten dan terkontrol.

Advertisement

"Dengan terbatasnya waktu yang tersedia untuk makan atau minum maka mestinya volume dan kalori asupan makanan juga mengalami penurunan, sehingga dapat berefek pada penurunan berat badan," kata Dini pada (20/2/2026).

Selain pengurangan asupan energi, puasa juga memicu perubahan hormonal yang memengaruhi rasa lapar dan kenyang. Beberapa penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap hormon leptin dan ghrelin yang berkaitan dengan sinyal lapar serta kontrol nafsu makan. Jika dibarengi pola makan sehat dan aktivitas fisik ringan, kondisi ini dapat membantu pengelolaan berat badan.

"Puasa bisa mempengaruhi nafsu makan menjadi lebih terkontrol, yang dapat membantu menurunkan berat badan jika dibarengi dengan pola makan sehat dan olahraga ringan," ujarnya.

Meski frekuensi makan berkurang, total kalori harian belum tentu lebih rendah. Menurut Dini, jenis makanan yang dipilih saat sahur dan berbuka sangat menentukan keseimbangan energi karena banyak menu berbuka memiliki densitas kalori tinggi dalam porsi kecil. Jika pilihan makanan didominasi menu tinggi kalori, surplus energi tetap dapat terjadi.

"Apabila pemilihan menu makanan saat sahur dan berbuka lebih banyak makanan dengan densitas kalori tinggi, maka walaupun frekuensi atau porsi makan lebih sedikit bisa jadi tetap terjadi kelebihan asupan kalori sehingga yang terjadi justru kenaikan berat badan," tandasnya.

Ia mencontohkan makanan tinggi lemak dan gula yang sering menjadi takjil. Satu potong pisang goreng seberat 50 gram mengandung sekitar 130 kilokalori, mendekati jumlah kalori dari sekitar 500 gram pepaya. Selain itu, satu sendok makan gula pasir setara kurang lebih 50 kilokalori, sementara minuman manis seperti es buah atau sup buah kerap mengandung tambahan sirup dan susu kental manis yang meningkatkan asupan gula.

"Apabila makanan tinggi lemak dan tinggi gula tersebut menjadi menu yang dipilih saat sahur dan berbuka tentu akan menambah jumlah asupan kalori sehari, dan apabila dikonsumsi berlebih maka bisa menyebabkan kelebihan asupan kalori," ujarnya.

Di sisi lain, perubahan pola tidur selama Ramadan juga dapat memengaruhi berat badan. Tidur larut malam atau durasi tidur yang kurang berpotensi mengganggu produksi hormon lapar, hormon kenyang, serta kortisol sehingga berdampak pada metabolisme tubuh.

Dini menyarankan masyarakat untuk tidur lebih awal dan melakukan power nap singkat selama 20–30 menit pada siang hari.

"Usahakan tidur lebih cepat di malam hari agar jumlah jam tidur tetap cukup dan lakukan power nap di siang hari," katanya.

Agar keseimbangan energi tetap terjaga selama puasa, ia juga menganjurkan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau latihan beban intensitas ringan sesuai kemampuan. Selain itu, masyarakat disarankan berbuka dengan air putih dan tiga butir kurma atau buah potong, memilih satu jenis takjil dalam satu porsi, serta memastikan menu sahur dan berbuka tetap lengkap dan seimbang sebagai bagian dari pola makan rendah densitas kalori selama puasa.

"Tetap lakukan aktivitas olahraga ringan seperti jalan kaki atau latihan beban intensitas ringan sesuai kemampuan," tutupnya.

BACA JUGA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Putusan MA AS Batalkan Tarif Trump, RI Pantau Perkembangan

Putusan MA AS Batalkan Tarif Trump, RI Pantau Perkembangan

News
| Sabtu, 21 Februari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement